Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Polisi: Banyak Titik Tubruk di Lokasi Kecelakaan Maut Cibubur
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Polisi mengungkapkan banyak titik tubruk atau titik tabrakan di lokasi kecelakaan maut truk tangki Pertamina di Jalan Alternatif Cibubur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman mengatakan hal ini diketahui berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa (19/7) malam. Dalam olah TKP itu, kata Latif, pihaknya melakukan pengambilan gambar di 13 titik menggunakan sistem pemotretan 3D scanner.
"Diharapkan nanti bisa digabungkan dan menggambarkan kronologis kecelakaan pada awal, saat, sampai akhir kecelakaan," kata Latif kepada wartawan.
"Kami betul-betul ingin menggambarkan situasi kecelakaan dan kita akan menentukan titik tubruk pertama, karena titik tubruknya banyak sekali ada 10 roda dua dan ada dua roda empat, jadi nanti akan tergambar," imbuhnya.
Latif menyampaikan diharapkan hasil proses identifikasi atau pendalaman dari 13 titik bisa keluar dalam waktu 1-3 hari ke depan. Sebab, kata dia, setiap titik setidaknya membutuhkan waktu sekitar 2 menit untuk pengambilan gambar.
"Jadi total 28 menit kami butuhkan sehingga mohon maaf bila ada penutupan jalan," ujarnya.
Latif juga menyebut bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait ihwal pengecekan truk tangki Pertamina.
"Sehingga nanti bisa kita temukan kendaraan ini layak atau tidak, karena dugaan sementara rem tidak fungsi," ucap Latif.
Sebelumnya, kecelakaan beruntun yang melibatkan truk tangki Pertamina dua mobil dan 10 sepeda motor terjadi di Jalan Alternatif Cibubur, Senin (18/7) sekitar pukul 15.55 WIB. Insiden ini menyebabkan 10 orang meninggal dunia dan lima orang luka-luka.
Peristiwa ini tersebut bermula saat truk tangki bermuatan bahan bakar itu melaju dari arah Cibubur menuju ke Cileungsi. Di lokasi, kondisi jalan menurun dan terdapat lampu lalu lintas.
Dari keterangan saksi, saat itu lampu lalu lintas berwarna merah. Artinya, ada sejumlah kendaraan yang sedang berhenti di lokasi tersebut.
"Keterangan saksi di TKP [tempat kejadian perkara], itu sudah warna merah untuk traffic light-nya," kata Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Aan Suhanda, Senin (18/7).
Diduga, kecelakaan disebabkan karena kendaraan mengalami rem blong. Namun, polisi masih menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk melakukan olah TKP.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3925 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3128 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2117 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2066 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun