Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Sri Lanka Bangkrut, Wanita Barter Seks dengan Makanan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Nasib tragis kini menghampiri sejumlah wanita di Sri Lanka. Mereka dilaporkan terpaksa menjadi penjajah seks demi mendapat makanan dan obat-obatan.
Baca juga:
Joe Biden Mengaku Idap Penyakit Kanker
Hal ini dimuat harian Sri Lanka The Morning yang dikutip Firstpost. Kebanyakan perempuan beralih ke prostitusi karena tak memiliki keterampilan profesional lainnya, di tengah kekhawatiran kehilangan pekerjaan atau ancaman pemutusan hubungan kerja selama krisis di negara tersebut.
Mayoritas disebut berasal dari industri tekstil. Menurut laporan Ecotextile.com, asosiasi pakaian Sri Lanka mengungkapkan negara itu kehilangan 10-20 persen pesanannya ke India dan Bangladesh karena krisis ekonomi.
"Kami mendengar bahwa kami dapat kehilangan pekerjaan karena krisis ekonomi di negara ini," kata salah satu pekerja dikutip The Morning.
"Dan solusi terbaik yang dapat kami lihat saat ini adalah pekerja seks."
"Gaji bulanan kami sekitar Rs 28.000 (Rp1,1 juta) dan maksimum yang bisa kami peroleh adalah Rs. 35.000 (Rp1,4 juta) dengan lembur," tambahnya.
"Tapi melalui terlibat dalam pekerjaan seks, kami bisa mendapatkan lebih dari Rs. 15.000 (Rp624 ribu) per hari. Tidak semua orang akan setuju dengan saya, tapi inilah kenyataannya," jelas sumber itu lagi.
Data kelompok advokasi pekerja seks setempat, Stand Up Movement Lanka (SUML), menuturkan bahwa jumlah wanita yang terjun ke industri seks di ibu kota Kolombo terus meningkat. Bahkan naik 30 persen.
"Para wanita ini sangat putus asa untuk menghidupi anak-anak mereka, orang tua atau bahkan saudara mereka dan pekerjaan seks adalah salah satu dari sedikit profesi yang tersisa di Sri Lanka yang menawarkan banyak keuntungan dan uang cepat," kata Direktur Eksekutif SUML, Ashila Dandeniya.
Mengutip laman yang sama, perdagangan seks berkembang pesat di lokasi yang dekat Bandara Internasional Bandaranaike Kolombo. Wilayah itu diduga berada di bawah perlindungan dan peraturan polisi, di mana banyak wanita dipaksa tidur dengan petugas oleh nyonya rumah bordil sebagai pengganti "keamanan".
Sementara laporan juga menyebutkan bahwa para wanita tersebut dipaksa untuk melakukan hubungan seks yang tidak aman atas desakan klien mulai dari akademisi hingga anggota mafia. Mereka tidak memiliki pilihan lain karena pekerjaan di bidang pertanian juga telah menyusut tajam.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5481 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3473 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2306 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1104 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan