Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Gempa M 7,3 di Filipina Hancurkan Situs Bersejarah UNESCO
BERITABALI.COM, DUNIA.
Gempa Magnitudo 7,3 yang mengguncang Filipina pada Rabu (27/7) menghancurkan salah satu situs bersejarah yang terdaftar di Organisasi Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Pemandu wisata di situs bersejarah Vigan, Ilocos Sur, menunjukkan sejumlah kerusakan bangunan di sana.
Dalam foto yang dirilis CNN Filipina dalam Twitter, tampak reruntuhan tembok memenuhi jalanan kota itu. Pada gambar lain, terlihat dinding gedung di sana runtuh dan menyisakan bata merah.
Tampak pula reruntuhan seng berwarna hijau yang ditemani dengan puing tembok besar di foto tersebut. Sebagaimana ditulis UNESCO, Kota Vigan merupakan salah satu contoh terbaik dari suasana kota Spanyol pada masa kolonial yang berada di Asia.
Selain merusak beberapa bangunan, sebuah video menunjukkan sejumlah orang berupaya menyelamatkan diri saat bebatuan dan debu jatuh dari Menara Bantay Bell kala gempa. Menara itu terletak di Kota Vigan.
Baca juga:
Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Filipina
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) melaporkan gempa tektonik tersebut terjadi di Tayum, Provinsi Abra pada pukul 08.43 waktu setempat.
Phivolcs juga menyampaikan kemungkinan gempa susulan terjadi. Gempa ini menyebabkan kerusakan di beberapa gedung dan jalanan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5533 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3481 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2328 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1155 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan