Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Museum Geopark Rinjani dan Tambora Ditarget Sebelum WSBK
BERITABALI.COM, NTB.
Gubernur NTB meminta agar pembangunan Museum Geopark Rinjani dan Tambora dapat terselesaikan sebelum perhelatan World Superbike (WSBK) November 2022 mendatang.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB yang diberi tanggung jawab membangun museum tersebut menyatakan tengah mempersiapkan tim kecil yang bakal merumuskan konsep museum.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr H Aidy Furqan MPd mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan perdana dengan beberapa pihak terkait persiapan pembangunan Museum Geopark Rinjani dan Tambora.
Sampai saat ini, ia tengah mencari bentuk dan konsep pembangunan Museum Geopark Rinjani dan Tambora.
“Dalam waktu dekat, kami akan berdiskusi kembali dengan beberapa penggagas pembangunan museum tersebut,” ungkap Aidy, Kamis (28/7).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB berencana bakal turut melibatkan beberapa ahli ilmu geologi yang didatangkan dari pemerintah pusat. Untuk membangun museum tersebut, Aidy mengaku mesti membentuk sebuah tim kecil.
“Mengenai lokasi, Pak Gubernur menginginkan Museum Geopark Rinjani dan Tambora berdiri di sekitar area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,” terang Aidy.
Pembangunan museum di sekitar KEK Mandalika diniatkan agar wisatawan yang datang dapat mengetahui bahwa NTB memiliki dua kawasan geopark yang sempat mengguncang dunia.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB memiliki Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum NTB dan Taman Budaya NTB, kemungkinan besar kedua bangunan tersebut dapat dipergunakan dalam mewujudkan Museum Geopark Rinjani dan Tambora.
“Museumnya bakal berupa replika, lebih tepatnya seperti diorama, yang dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain,” jelas Aidy.
Menjelang WSBK 2022 dan MotoGP 2023, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB berharap Museum Geopark Rinjani dan Tambora dapat segera terselesaikan. Pembangunan museum agak sulit dan tidak dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat, Aidy dan tim berusaha memanfaatkan teknologi.
“Mengenai pendanaannya, sampai saat ini saya belum dapat memastikannya. Tapi, kami tetap berikhtiar agar pembangunan museum tersebut dapat dikategorikan sebagai upaya pemajuan kebudayaan,” pungkas Aidy.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 812 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 702 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 524 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 508 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik