Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Museum Geopark Rinjani dan Tambora Ditarget Sebelum WSBK
BERITABALI.COM, NTB.
Gubernur NTB meminta agar pembangunan Museum Geopark Rinjani dan Tambora dapat terselesaikan sebelum perhelatan World Superbike (WSBK) November 2022 mendatang.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB yang diberi tanggung jawab membangun museum tersebut menyatakan tengah mempersiapkan tim kecil yang bakal merumuskan konsep museum.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Dr H Aidy Furqan MPd mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan perdana dengan beberapa pihak terkait persiapan pembangunan Museum Geopark Rinjani dan Tambora.
Sampai saat ini, ia tengah mencari bentuk dan konsep pembangunan Museum Geopark Rinjani dan Tambora.
“Dalam waktu dekat, kami akan berdiskusi kembali dengan beberapa penggagas pembangunan museum tersebut,” ungkap Aidy, Kamis (28/7).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB berencana bakal turut melibatkan beberapa ahli ilmu geologi yang didatangkan dari pemerintah pusat. Untuk membangun museum tersebut, Aidy mengaku mesti membentuk sebuah tim kecil.
“Mengenai lokasi, Pak Gubernur menginginkan Museum Geopark Rinjani dan Tambora berdiri di sekitar area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,” terang Aidy.
Pembangunan museum di sekitar KEK Mandalika diniatkan agar wisatawan yang datang dapat mengetahui bahwa NTB memiliki dua kawasan geopark yang sempat mengguncang dunia.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB memiliki Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum NTB dan Taman Budaya NTB, kemungkinan besar kedua bangunan tersebut dapat dipergunakan dalam mewujudkan Museum Geopark Rinjani dan Tambora.
“Museumnya bakal berupa replika, lebih tepatnya seperti diorama, yang dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain,” jelas Aidy.
Menjelang WSBK 2022 dan MotoGP 2023, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB berharap Museum Geopark Rinjani dan Tambora dapat segera terselesaikan. Pembangunan museum agak sulit dan tidak dapat dikerjakan dalam waktu yang singkat, Aidy dan tim berusaha memanfaatkan teknologi.
“Mengenai pendanaannya, sampai saat ini saya belum dapat memastikannya. Tapi, kami tetap berikhtiar agar pembangunan museum tersebut dapat dikategorikan sebagai upaya pemajuan kebudayaan,” pungkas Aidy.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5518 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3480 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2320 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1135 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan