Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Hormati Tradisi Bali, Restoran Ramen Ini Tanpa Menu Daging Sapi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kuliner yang menghadirkan menu khas Jepang, ramen kini bertambah di Denpasar.
Sebagai strategi ekspansi bisnis, restoran RamenYA kali ini hadir untuk yang kedua kalinya di kota Bali, Ini adalah salah satu kedai di luar Pulau Jawa sekaligus cabang kedai keempat puluh delapan yang berada di Level 21 Mall.
Seperti outlet Bali sebelumya, RamenYA tidak menjual menu yang berisikan daging sapi (khusus wilayah Bali). Hal ini dikarenakan RamenYA menghormati budaya dan tradisi warga Bali.
Dengan membawa konsep ramen Jepang yang halal dan harga yang terjangkau, serta kedai ramen terbanyak di Indonesia menjadi visi dari RamenYA. Dengan pilihan menu ramen mulai dari Rp.28,000++ serta berbagai menu Jepang lainnya seperti Donburi, Chicken Curry Ramen, Nakedmen (ramen goreng) sekarang sudah dapat dinikmati, dan dengan menambah cita rasa ala Indonesia ada tambahan sambal bawang bagi para pecinta pedas.
Ada juga Legendary Chicken Ramen, kuah kaldu asli yang gurih membuat ramen ini menjadi best seller. Bentuk mie pada ramen juga dapat dipilih oleh customer, ramen keriting atau ramen lurus. Selain itu ciri khas RamenYA tidak menggunakan bahan-bahan yang mengandung pork, lard, alcohol, shoyu, mirin, sake, ataupun angciu.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 413 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 359 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 307 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun