Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Hormati Tradisi Bali, Restoran Ramen Ini Tanpa Menu Daging Sapi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kuliner yang menghadirkan menu khas Jepang, ramen kini bertambah di Denpasar.
Sebagai strategi ekspansi bisnis, restoran RamenYA kali ini hadir untuk yang kedua kalinya di kota Bali, Ini adalah salah satu kedai di luar Pulau Jawa sekaligus cabang kedai keempat puluh delapan yang berada di Level 21 Mall.
Seperti outlet Bali sebelumya, RamenYA tidak menjual menu yang berisikan daging sapi (khusus wilayah Bali). Hal ini dikarenakan RamenYA menghormati budaya dan tradisi warga Bali.
Dengan membawa konsep ramen Jepang yang halal dan harga yang terjangkau, serta kedai ramen terbanyak di Indonesia menjadi visi dari RamenYA. Dengan pilihan menu ramen mulai dari Rp.28,000++ serta berbagai menu Jepang lainnya seperti Donburi, Chicken Curry Ramen, Nakedmen (ramen goreng) sekarang sudah dapat dinikmati, dan dengan menambah cita rasa ala Indonesia ada tambahan sambal bawang bagi para pecinta pedas.
Ada juga Legendary Chicken Ramen, kuah kaldu asli yang gurih membuat ramen ini menjadi best seller. Bentuk mie pada ramen juga dapat dipilih oleh customer, ramen keriting atau ramen lurus. Selain itu ciri khas RamenYA tidak menggunakan bahan-bahan yang mengandung pork, lard, alcohol, shoyu, mirin, sake, ataupun angciu.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7714 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5627 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3526 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan