Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 16 Mei 2026
Pekerja WNI di Kamboja: Paspor Dibakar Hingga Disetrum
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang warga negara Indonesia yang sempat menjadi korban lowongan kerja palsu di Kamboja berkesempatan menceritakan berbagai siksa yang dilalui di sana.
"Memang di sana banyak rata-rata pekerjanya orang Indonesia, dijanjikan dengan gaji luar biasa, namun hasilnya nol," kata Rio (bukan nama sebenarnya), dalam konferensi pers virtual berjudul 'Darurat PMI di Kamboja' yang diselenggarakan lembaga swadaya masyarakat Migrant Care, Senin (1/8).
"Mereka yang tidak mencapai target dijualbelikan, dipukul, dan disetrum. Paspor dibakar, tidak membayar denda," ujarnya lagi.
Rio merupakan salah satu WNI yang berhasil pulang ke Indonesia pada Juli lalu. Meski begitu, Rio bukanlah bagian dari kasus 62 warga negara Indonesia (WNI) yang diselamatkan pemerintah beberapa hari lalu.
Sementara itu, Migrant Care menuturkan permasalahan mengenai perdagangan orang di Kamboja bukanlah hal baru. Sejak April 2022, organisasi tersebut menerima pengaduan dari enam pekerja migran Indonesia yang menjadi korban penipuan perusahaan investasi bodong.
Dari laporan yang diterima Migrant Care, para korban diketahui berasal dari berbagai daerah RI, seperti Medan, Jakarta, Depok, Indragiri Hulu, dan Jembar.
"Dari agen yang berada di Kamboja, mereka dijanjikan bekerja sebagai operator, marketing, dan customer service dengan dijanjikan gaji US$1.000 (Rp14 juta) hingga US$1.500 (Rp22 juta)," demikian pernyataan Migrant Care dalam rilis pada Senin (1/8).
Meski begitu, ternyata janji gaji tersebut merupakan penipuan. Nyatanya, para pekerja migran RI kemudian dijual dengan harga yang beragam. Seorang pekerja RI diketahui sempat dijual seharga US$2.000 (Rp29 juta).
Penjualan pekerja pun tak dilakukan sekali. Pihak Migrant Care menemukan beberapa orang dijual berkali-kali karena sejumlah penyebab, seperti karena berbuat salah, mengutarakan komplain, dicurigai melapor ke pihak luar, pun membantu pekerja lain yang disiksa.
"Sebagian dari mereka mengalami kekerasan fisik dari pihak perusahaan, yaitu dipukul, dikeroyok, bahkan ada yang disetrum hingga tubuhnya berdarah, lebam, dan bercak-bercak di tubuh," lanjut pernyataan organisasi itu.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1428 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1084 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 928 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 819 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik