Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Heboh AS Ungkap Perisai Nuklir Rusia, Ini Jawaban Kremlin
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia menolak tuduhan Amerika Serikat (AS) tentang penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina sebagai "perisai nuklir" dengan menempatkan pangkalan militer di sana.
Baca juga:
AS-China Terancam Perang Gegara Ini
"Tidak ada formasi bersenjata di PLTN Zaporizhzhia, kecuali sejumlah prajurit militer, yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan di pembangkit listrik," kata pernyataan itu, sebagaimana dilansir Russia Today, Selasa (2/8/2022).
Saat ini, di bawah kendali pasukan Rusia, PLTN terbesar di Ukraina yang terletak di kota Energodar ini telah menjadi target beberapa percobaan serangan dalam beberapa bulan terakhir.
Pada 12 Juli, drone Ukraina menjatuhkan beberapa peluru 120mm di sebuah bangunan yang terletak di sebelah pembangkit listrik, melukai 11 karyawan, menurut pihak berwenang setempat. Pada 20 Juli, tiga drone kamikaze Ukraina menyerang pabrik tersebut, tanpa dilaporkan adanya kerusakan pada strukturnya.
Setelah Rusia mengirim pasukan ke Ukraina, pembangkit listrik dan sekitarnya dijaga dengan tujuan yang tepat untuk mencegah "provokasi nuklir" semacam itu dengan "konsekuensi yang tidak dapat diprediksi", kata misi Rusia untuk PBB pada Senin (1/8/2022).
"Formasi nasionalis Ukraina dan tentara bayaran asing dari upaya berulang untuk menyabot pembangkit listrik akhirnya dapat menciptakan ancaman bencana nuklir, dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya," kata Moskow.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sebelumnya menuduh PLTN Zaporizhzhia kini menjadi pangkalan militer Rusia yang digunakan untuk menembaki pasukan Ukraina di dekatnya.
"Tentu saja Ukraina tidak dapat membalas karena bisa menimbulkan kecelakaan mengerikan yang melibatkan pembangkit nuklir," kata Blinken kepada wartawan setelah pembicaraan nonproliferasi nuklir di PBB di New York, melansir Reuters.
Blinken mengatakan tindakan Rusia melampaui menggunakan "perisai manusia", yang disebutnya sebagai "perisai nuklir."
Rusia saat ini menguasai bagian selatan dan tengah wilayah Zaporizhzhia, termasuk Energodar. Pusat administrasi wilayah, Zaporizhzhia, tetap berada di bawah kendali Ukraina.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7889 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3533 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2388 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan