Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Heboh AS Ungkap Perisai Nuklir Rusia, Ini Jawaban Kremlin

Selasa, 2 Agustus 2022, 17:22 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnbcindonesia.com/Heboh AS Ungkap Perisai Nuklir Rusia, Ini Jawaban Kremlin

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Rusia menolak tuduhan Amerika Serikat (AS) tentang penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina sebagai "perisai nuklir" dengan menempatkan pangkalan militer di sana.

"Tidak ada formasi bersenjata di PLTN Zaporizhzhia, kecuali sejumlah prajurit militer, yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan di pembangkit listrik," kata pernyataan itu, sebagaimana dilansir Russia Today, Selasa (2/8/2022).

Saat ini, di bawah kendali pasukan Rusia, PLTN terbesar di Ukraina yang terletak di kota Energodar ini telah menjadi target beberapa percobaan serangan dalam beberapa bulan terakhir.

Pada 12 Juli, drone Ukraina menjatuhkan beberapa peluru 120mm di sebuah bangunan yang terletak di sebelah pembangkit listrik, melukai 11 karyawan, menurut pihak berwenang setempat. Pada 20 Juli, tiga drone kamikaze Ukraina menyerang pabrik tersebut, tanpa dilaporkan adanya kerusakan pada strukturnya.

Setelah Rusia mengirim pasukan ke Ukraina, pembangkit listrik dan sekitarnya dijaga dengan tujuan yang tepat untuk mencegah "provokasi nuklir" semacam itu dengan "konsekuensi yang tidak dapat diprediksi", kata misi Rusia untuk PBB pada Senin (1/8/2022).

"Formasi nasionalis Ukraina dan tentara bayaran asing dari upaya berulang untuk menyabot pembangkit listrik akhirnya dapat menciptakan ancaman bencana nuklir, dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya," kata Moskow.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sebelumnya menuduh PLTN Zaporizhzhia kini menjadi pangkalan militer Rusia yang digunakan untuk menembaki pasukan Ukraina di dekatnya.

"Tentu saja Ukraina tidak dapat membalas karena bisa menimbulkan kecelakaan mengerikan yang melibatkan pembangkit nuklir," kata Blinken kepada wartawan setelah pembicaraan nonproliferasi nuklir di PBB di New York, melansir Reuters.

Blinken mengatakan tindakan Rusia melampaui menggunakan "perisai manusia", yang disebutnya sebagai "perisai nuklir."

Rusia saat ini menguasai bagian selatan dan tengah wilayah Zaporizhzhia, termasuk Energodar. Pusat administrasi wilayah, Zaporizhzhia, tetap berada di bawah kendali Ukraina.(sumber: cnbcindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami