Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Heboh AS Ungkap Perisai Nuklir Rusia, Ini Jawaban Kremlin
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia menolak tuduhan Amerika Serikat (AS) tentang penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina sebagai "perisai nuklir" dengan menempatkan pangkalan militer di sana.
Baca juga:
AS-China Terancam Perang Gegara Ini
"Tidak ada formasi bersenjata di PLTN Zaporizhzhia, kecuali sejumlah prajurit militer, yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan di pembangkit listrik," kata pernyataan itu, sebagaimana dilansir Russia Today, Selasa (2/8/2022).
Saat ini, di bawah kendali pasukan Rusia, PLTN terbesar di Ukraina yang terletak di kota Energodar ini telah menjadi target beberapa percobaan serangan dalam beberapa bulan terakhir.
Pada 12 Juli, drone Ukraina menjatuhkan beberapa peluru 120mm di sebuah bangunan yang terletak di sebelah pembangkit listrik, melukai 11 karyawan, menurut pihak berwenang setempat. Pada 20 Juli, tiga drone kamikaze Ukraina menyerang pabrik tersebut, tanpa dilaporkan adanya kerusakan pada strukturnya.
Setelah Rusia mengirim pasukan ke Ukraina, pembangkit listrik dan sekitarnya dijaga dengan tujuan yang tepat untuk mencegah "provokasi nuklir" semacam itu dengan "konsekuensi yang tidak dapat diprediksi", kata misi Rusia untuk PBB pada Senin (1/8/2022).
"Formasi nasionalis Ukraina dan tentara bayaran asing dari upaya berulang untuk menyabot pembangkit listrik akhirnya dapat menciptakan ancaman bencana nuklir, dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya," kata Moskow.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sebelumnya menuduh PLTN Zaporizhzhia kini menjadi pangkalan militer Rusia yang digunakan untuk menembaki pasukan Ukraina di dekatnya.
"Tentu saja Ukraina tidak dapat membalas karena bisa menimbulkan kecelakaan mengerikan yang melibatkan pembangkit nuklir," kata Blinken kepada wartawan setelah pembicaraan nonproliferasi nuklir di PBB di New York, melansir Reuters.
Blinken mengatakan tindakan Rusia melampaui menggunakan "perisai manusia", yang disebutnya sebagai "perisai nuklir."
Rusia saat ini menguasai bagian selatan dan tengah wilayah Zaporizhzhia, termasuk Energodar. Pusat administrasi wilayah, Zaporizhzhia, tetap berada di bawah kendali Ukraina.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 642 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 607 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 374 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 317 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun