Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Jejak "Kaki Hantu" Kuno Ditemukan di Gurun Utah AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Para arkeolog baru-baru ini menemukan serangkaian jejak "kaki hantu" misterius di Gurun Great Salt Lake, Utah, Amerika Serikat (AS). Jejak kuno ini bukan karena berasal dari alam gaib tetapi karena "komposisinya" yang tak biasa.
Baca juga:
AS Restui Finlandia-Swedia Masuk NATO
Jejak-jejak ini dapat terlihat hanya setelah hujan. Uap air membuat warnanya menjadi lebih gelap dan memunculkan jejak-jejak kaki. Namun jejak ini kemudian menghilang setelah mengering di bawah sinar matahari.
Penemuan dimulai ketika awal Juli. Para peneliti secara tidak sengaja menemukannya, kala mereka berkendara ke situs arkeologi terdekat lainnya di Pangkalan Angkatan Udara Hill, Utah.
Awalnya mereka hanya menemukan beberapa jejak kaki. Tetapi pemeriksaan menyeluruh di daerah sekitarnya menggunakan radar penembus tanah (GPR) mengungkapkan setidaknya ada 88 jejak kaki individu, milik berbagai orang dewasa dan anak-anak berusia 5 tahun.
Teknik GPR bekerja dengan menembakkan gelombang radio ke tanah yang memantul dari benda-benda yang tersembunyi di bawah permukaan. Jejak 'hantu' ditinggalkan oleh kaki manusia telanjang setidaknya 10.000 tahun yang lalu ketika daerah itu masih merupakan lahan basah yang luas.
Namun, para peneliti menduga bahwa jejak tersebut dapat berasal dari 12.000 tahun yang lalu selama zaman es terakhir. Yakni 2,6 juta hingga 11.700 tahun yang lalu.
"Penemuan begitu banyak jejak kaki kuno adalah penemuan sekali seumur hidup... Kami menemukan jauh lebih banyak daripada yang kami lihat," kata Anya Kitterman, manajer sumber daya budaya di Pangkalan Angkatan Udara Hill, melansir Live Science, Kamis (4/8/2022).
Sayangnya, penemuan tersebut belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review. Peneliti masih menganalisis jejak-jejak kaki itu.
Pelu diketahui, Gurun Great Salt Lake dulunya ditutupi oleh danau asin besar. Danau purba itu perlahan mengering karena perubahan iklim bumi yang dipicu oleh berakhirnya zaman es terakhir, yang meninggalkan garam-garam yang larut dalam air.
Tetapi selama transisi dari danau ke dataran kering, daerah itu secara singkat sempat menjadi lahan basah besar yang ditempati oleh manusia hingga 10.000 tahun yang lalu. Para peneliti mengatakan selama waktu ini, kondisinya akan sempurna untuk membuat jejak kaki hantu.
Diketahui, kurang dari satu mil (1,6 kilometer) dari tempat jejak itu ditemukan, kelompok penelitian lain juga menemukan kamp pemburu dan pengumpul yang berasal dari 12.000 tahun yang lalu. Temuan arkeologis di situs tersebut termasuk perapian kuno, peralatan batu yang digunakan untuk memasak, tumpukan lebih dari 2.000 tulang hewan dan biji tembakau hangus, yang merupakan bukti awal penggunaan tembakau pada manusia.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1437 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1091 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 933 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 829 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik