Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Jejak "Kaki Hantu" Kuno Ditemukan di Gurun Utah AS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Para arkeolog baru-baru ini menemukan serangkaian jejak "kaki hantu" misterius di Gurun Great Salt Lake, Utah, Amerika Serikat (AS). Jejak kuno ini bukan karena berasal dari alam gaib tetapi karena "komposisinya" yang tak biasa.
Baca juga:
AS Restui Finlandia-Swedia Masuk NATO
Jejak-jejak ini dapat terlihat hanya setelah hujan. Uap air membuat warnanya menjadi lebih gelap dan memunculkan jejak-jejak kaki. Namun jejak ini kemudian menghilang setelah mengering di bawah sinar matahari.
Penemuan dimulai ketika awal Juli. Para peneliti secara tidak sengaja menemukannya, kala mereka berkendara ke situs arkeologi terdekat lainnya di Pangkalan Angkatan Udara Hill, Utah.
Awalnya mereka hanya menemukan beberapa jejak kaki. Tetapi pemeriksaan menyeluruh di daerah sekitarnya menggunakan radar penembus tanah (GPR) mengungkapkan setidaknya ada 88 jejak kaki individu, milik berbagai orang dewasa dan anak-anak berusia 5 tahun.
Teknik GPR bekerja dengan menembakkan gelombang radio ke tanah yang memantul dari benda-benda yang tersembunyi di bawah permukaan. Jejak 'hantu' ditinggalkan oleh kaki manusia telanjang setidaknya 10.000 tahun yang lalu ketika daerah itu masih merupakan lahan basah yang luas.
Namun, para peneliti menduga bahwa jejak tersebut dapat berasal dari 12.000 tahun yang lalu selama zaman es terakhir. Yakni 2,6 juta hingga 11.700 tahun yang lalu.
"Penemuan begitu banyak jejak kaki kuno adalah penemuan sekali seumur hidup... Kami menemukan jauh lebih banyak daripada yang kami lihat," kata Anya Kitterman, manajer sumber daya budaya di Pangkalan Angkatan Udara Hill, melansir Live Science, Kamis (4/8/2022).
Sayangnya, penemuan tersebut belum dipublikasikan dalam jurnal peer-review. Peneliti masih menganalisis jejak-jejak kaki itu.
Pelu diketahui, Gurun Great Salt Lake dulunya ditutupi oleh danau asin besar. Danau purba itu perlahan mengering karena perubahan iklim bumi yang dipicu oleh berakhirnya zaman es terakhir, yang meninggalkan garam-garam yang larut dalam air.
Tetapi selama transisi dari danau ke dataran kering, daerah itu secara singkat sempat menjadi lahan basah besar yang ditempati oleh manusia hingga 10.000 tahun yang lalu. Para peneliti mengatakan selama waktu ini, kondisinya akan sempurna untuk membuat jejak kaki hantu.
Diketahui, kurang dari satu mil (1,6 kilometer) dari tempat jejak itu ditemukan, kelompok penelitian lain juga menemukan kamp pemburu dan pengumpul yang berasal dari 12.000 tahun yang lalu. Temuan arkeologis di situs tersebut termasuk perapian kuno, peralatan batu yang digunakan untuk memasak, tumpukan lebih dari 2.000 tulang hewan dan biji tembakau hangus, yang merupakan bukti awal penggunaan tembakau pada manusia.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8049 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5659 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2394 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan