Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Pedagang Pasar Semabaung Berharap Tak Di-'Lockdown' Lagi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pedagang Pasar Semabaung yang menjual babi dan ayam berharap pemerintah tidak lagi melockdown pasar untuk menekan wabah Penyakit Mulut Kuku (PMK).
Sebab, dengan lockdown, pendapatan pedagang tambah anjlok. Salah satu pedagang, Ni Ketut Punduh, menyatakan sejak ada wabah PMK, pasar sudah sering didatangi petugas. Bahkan bersama pedagang lain mereka sudah rutin melakukan penyemprotan disinfektan.
“Sudah setiap hari di semprot-semprot. Belum ada yang kena penyakit kuku itu,” ujarnya.
Punduh yang jualan 30 tahun di Pasar Semebaung amat merasakan dampak dengan lockdown pasar.
“Waktu itu saya tidak dapat jualan, tidak ada penghasilan. Baru saja ada covid, pasar dibatasi dulu, sekarang ada PMK,” keluhnya.
Dia juga mengeluh kenapa pasar Semebaung terus menjadi perhatian. Padahal, banyak pasar umum menjual hewan. Malahan pasar lain lebih ramai.
“Kalau ditutup lagi, mungkin kami tidak jualan lagi disini. Lebih baik pindah aja,” jelas dia.
Sementara itu, petugas Dinas Peternakan menggelar penyemprotan di pasar Semebaung, Kamis (4/8). Tujuannya untuk menekan penyebaran virus PMK.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 845 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 773 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 747 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 392 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 379 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun