Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




78 Ribu Lebih Warga Karangasem Belum Tercakup JKN

Kamis, 4 Agustus 2022, 21:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/78 Ribu Lebih Warga Karangasem Belum Tercakup JKN.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

BPJS Kesehatan mencatat, hingga akhir Juni 2022 lalu, sebanyak 78 ribu lebih warga Kabupaten Karangasem belum tercakup jaminan kesehatan nasional (JKN). 

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Elly Widiani saat dihubungi, Kamis (4/8/2022). Dari jumlah penduduk Kabupaten Karangasem sebanyak 522.217 jiwa, sebanyak 444.168 jiwa telah terdaftar sebagai peserta JKN sedangkan sisanya sebanyak 78.049 belum tercakup JKN. 

"Ya kurang lebih seperti itu, di samping data yang belum tercover ada juga tambahan peserta yang dinonaktifkan oleh Kemensos karena perlu validasi kependudukan serta pekerja yang dinonaktifkan dari tempatnya bekerja," ujar Elly.

Untuk jumlah peserta yang dinonaktifkan baik karena validasi data Kemensos ataupun karena dinonaktifkan dari tempatnya bekerja tercatat sebanyak 21.834 peserta dimana 17.856 peserta diantaranya berasal dari kalangan peserta PBPU atau PB Mandiri sedangkan sisanya ada yang dari peserta PPU dan BP. 

Namun demikian, bagi peserta yang dinonaktifkan tersebut dikatakan Elly bisa mendaftarkan diri kembali melalui segmen yang tepat. Bisa dari Pemda, dari tempatnya bekerja yang baru jika sudah bekerja, mendaftar secara mandiri atau bisa juga diusulkan kembali ke kemensos setelah divalidasi data kependudukannya.

Sementara untuk peserta yang belum tercakup, harus didaftarkan terlebih dahulu menjadi peserta JKN agar nantinya bisa tercakup. 
Tentu dijelaskan Elly jumlah peserta yang didaftarkan akan mempengaruhi Pemdanya mencapai UHC atau tidak. Kalau yang terdaftar sudah mencapai minimal 95% penduduk, artinya daerah tersebut bisa dianggap Kabupaten yang sudah UHC. 

"Karangasem sudah UHC sebenarnya karena sebelumnya sudah di 98%. Kemarin turun karena ada banyak validasi data dan penonaktifan pekerja. Tinggal kita dorong kembali untuk bisa diaktifkan kembali kepesertaannya," tandas Elly Widiani.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami