Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Padepokan Ditutup, Gus Samsudin: Pengobatan Tetap Berjalan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Padepokan milik sosok pencetus ilmu Kulhugeni, Gus Samsudin yang berlokasi di Blitar, Jawa Timur ditutup usai digeruduk warga pada Minggu (31/7/2022) lalu.
Massa yang merupakan warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tersebut berkumpul memaksa penutupan padepokan. Hal itu diduga imbas dari ilmu Gus Samsudin dibongkar oleh sosok Pesulap Merah hingga viral.
Mengejutkannya, Gus Samsudin membantah bahwa padepokan miliknya resmi ditutup dan sudah tidak beroperasi.
Ia menegaskan jika pengobatan miliknya itu masih berjalan.
"sekarang padepokan pengobatan tetap berjalan tetapi tidak di tempat (padepokan), karena adanya pihak-pihak yang melakukan kerusuhan," ujarnya seperti dikutip dari unggahan potongan video akun TikTok @andrisaputra.
Baca juga:
Perselisihan Gus Samsudin dan Pesulap Merah
Ia mengaku melakukan hal tersebut karena menaati hukum yang kini sedang berjalan.
"Sehingga saya tidak melakukan pengobatan di padepokan ini karena saya taat hukum. Saya menghormati apa yang disampaikan oleh kepolisian sehingga saya tidak melakukan pengobatan di padepokan," kata dia.
"Tetapi pihak kepolisian menyampaikan ke saya silahkan melakukan pengobatan tapi di luar dari padepokan," lanjutnya.
Sekali lagi, ia menegaskan bahwa saat ini ia tetap melakukan pengobatan.
"Sampai saat ini saya tetap melakukan pengobatan tapi di luar dari padepokan," tegasnya.
Akun tersebut juga mengunggah video saat Gus Samsudin menunjukkan surat izin membuka praktek di padepokan tersebut. Ia pun mengeluhkan ketika ia harus membuka praktek di luar, padahal padepokannya memiliki izin.
"saya mengobati pengobatan ada izinnya, tempatnya ada izinnya, terus saya disuruh di luar terus gimana. Yang menutup nanti yang akan bertanggung jawab," ujarnya.
Baca juga:
Alasan Gus Samsudin Laporkan Pesulap Merah
Sebelumnya, padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin terekspos publik usai ditantang sosok Pesulap Merah atau Marcel Radhival. Warga kemudian melakukan demo untuk memaksa padepokan segera ditutup.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 582 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 453 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan