Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Ini Tanggapan Kemlu dan Kemenparekraf ke Senator Australia
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Senator Australia Pauline Hanson menyinggung kotoran sapi bertebaran di jalanan Bali. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, menilai Hanson berpikiran sempit.
"Tidak berguna sebenarnya menanggapi seorang Hanson yang berpikiran sempit," kata Teuku Faizasyah kepada wartawan, Minggu (7/8/2022).
Faizasyah lantas raguk apakah Hanson pernah berkunjung ke Bali atau tidak. Menurutnya, pernyataan Hanson hanya berdasarkan imajinasinya sendiri tentang Bali.
"Pertanyaannya apakah yang bersangkutan pernah ke Bali? Jangan-jangan yang bersangkutan hanya hidup di dunia imajinasinya sendiri," tegasnya.
Sebelumnya, viral di media sosial video pidato Senator Australia Pauline Hanson yang menyebut kotoran sapi bertebaran di jalanan Bali. Dalam video itu, Pauline Hanson mengungkapkan kekhawatirannya soal WN Australia bisa menularkan penyakit mulut dan kuku (PMK) setelah dari Bali.
Baca juga:
Profil Senator Australia yang Menghina Bali
"Bali berbeda dengan negara lain," ujar Hanson.
Lalu Hanson menyebut sapi di Bali bebas dilepasliarkan di jalan. Kotoran sapi, kata Pauline, bertebaran di jalan.
"Kotoran sapi bertebaran, dan orang berjalan di atasnya, dan terbawa di pakaiannya, dan orang itu kembali ke negara ini (Australia)" jelas Hanson berapi-api.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Uno membantah pernyataan Pauline Hanson melalui akun Instagram pribadinya.
"Apa yang disampaikan seorang senator Australia @senatorpaulinehanson ini tidak berdasar pada fakta. Secara tegas dan lugas saya sampaikan untuk jangan pernah menghina Bali, ikon dan jantung pariwisatanya Indonesia," tulis Sandiaga.
Sandiaga menyebut Bali kini sudah bangkit. Lapangan pekerjaan di Bali sudah terbuka lebar.
Dia meminta Hanson tidak mengganggu ketenangan serta kepulihan ekonomi Bali dengan ucapan-ucapan yang tidak benar.
"Oiya, fyi... Bali bukanlah negara... pasti dulunya bukan anak IPS. Lain kali dicek dulu ya di mbah google. Matur suksma," jelas Sandiaga. (Sumber: Detik.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5828 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2562 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2206 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan