Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Rusia Tuduh NATO Biang Kerok Eskalasi Risiko Perang Nuklir
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia menganggap Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) jadi biang kerok eskalasi risiko perang nuklir di dunia. Russia Today melaporkan Kremlin menilai pengerahan senjata nuklir Amerika Serikat di negara-negara anggota NATO non-nuklir bertentangan dengan perjanjian non-proliferasi nuklir (NPT).
Baca juga:
Korsel Dongkol Dituduh Sebar Covid ke Korut
Langkah AS dan NATO itu pun disebut menaikkan risiko konflik dan menghambat upaya bersama soal pelucutan senjata nuklir.
"NATO Secara terbuka mendeklarasikan sebagai aliansi nuklir. Di sana kini ada senjata nuklir AS di teritori sekutu mereka yang tidak memiliki kekuatan nuklir," demikian pernyataan delegasi Rusia di Konferensi Proliferasi Nuklir PBB di New York, Igor Vishnevetsky.
Vishnevetsky kemudian menilai NATO dan AS telah melanggar NPT Pasal 2 dan 2 tentang negara anggota NATO non-nuklir yang ambil bagian dalam pengujian penggunaan senjata atom.
"[Tindakan itu] tak hanya melanggengkan dampak buruk keamanan di Eropa dan internasional, tapi juga meningkatkan konflik nuklir dan memutus upaya pelucutan nuklir di lapangan," kata Vishnevetsky.
Rusia kemudian mendesak AS menarik dan menyingkirkan senjata nuklir maupun fasilitasnya di teritori negara-negara di Eropa.
Misi nuklir bersama NATO juga diminta Kremlin segera dihentikan. Masih dalam laporan Russia Today, Kremlin mengklaim Angkatan Udara AS saat ini memiliki 150 bom nuklir di Italia, Jerman, Turki, Belgia, dan Belanda.
Delegasi Rusia juga menyinggung rencana pembentukan aliansi Australia-Inggris-AS (AUKUS) membangun kapal perang nuklir di Negeri Kanguru. Rencana ini dianggap bisa menjadi awal lomba senjata di Asia-Pasifik.
Permintaan penarikan nuklir dari negara-negara anggota NATO non-nuklir merupakan satu dari sejumlah poin proposal yang pernah disampaikan Kremlin ke AS dan NATO pada Desember 2021.
Namun, Kremlin menyebutkan bahwa AS dan sekutunya sama sekali tak membahas permintaan Rusia itu dalam surat tanggapan yang mereka kirim pada Januari.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 585 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 460 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan