Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Rusia Tuduh NATO Biang Kerok Eskalasi Risiko Perang Nuklir

Kamis, 11 Agustus 2022, 16:04 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/cnnindonesia.com/Rusia Tuduh NATO Biang Kerok Eskalasi Risiko Perang Nuklir

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Rusia menganggap Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) jadi biang kerok eskalasi risiko perang nuklir di dunia. Russia Today melaporkan Kremlin menilai pengerahan senjata nuklir Amerika Serikat di negara-negara anggota NATO non-nuklir bertentangan dengan perjanjian non-proliferasi nuklir (NPT).

Langkah AS dan NATO itu pun disebut menaikkan risiko konflik dan menghambat upaya bersama soal pelucutan senjata nuklir.

"NATO Secara terbuka mendeklarasikan sebagai aliansi nuklir. Di sana kini ada senjata nuklir AS di teritori sekutu mereka yang tidak memiliki kekuatan nuklir," demikian pernyataan delegasi Rusia di Konferensi Proliferasi Nuklir PBB di New York, Igor Vishnevetsky.

Vishnevetsky kemudian menilai NATO dan AS telah melanggar NPT Pasal 2 dan 2 tentang negara anggota NATO non-nuklir yang ambil bagian dalam pengujian penggunaan senjata atom.

"[Tindakan itu] tak hanya melanggengkan dampak buruk keamanan di Eropa dan internasional, tapi juga meningkatkan konflik nuklir dan memutus upaya pelucutan nuklir di lapangan," kata Vishnevetsky.

Rusia kemudian mendesak AS menarik dan menyingkirkan senjata nuklir maupun fasilitasnya di teritori negara-negara di Eropa. 

Misi nuklir bersama NATO juga diminta Kremlin segera dihentikan. Masih dalam laporan Russia Today, Kremlin mengklaim Angkatan Udara AS saat ini memiliki 150 bom nuklir di Italia, Jerman, Turki, Belgia, dan Belanda.

Delegasi Rusia juga menyinggung rencana pembentukan aliansi Australia-Inggris-AS (AUKUS) membangun kapal perang nuklir di Negeri Kanguru. Rencana ini dianggap bisa menjadi awal lomba senjata di Asia-Pasifik.

Permintaan penarikan nuklir dari negara-negara anggota NATO non-nuklir merupakan satu dari sejumlah poin proposal yang pernah disampaikan Kremlin ke AS dan NATO pada Desember 2021.

Namun, Kremlin menyebutkan bahwa AS dan sekutunya sama sekali tak membahas permintaan Rusia itu dalam surat tanggapan yang mereka kirim pada Januari.(sumber: cnnindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami