Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Profil Ayah Korban Bom Mobil, Ingin Ukraina Gabung Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Darya Dugina, anak filsuf Rusia, Alexander Dugin, tewas dalam serangan bom mobil dekat Moskow pada Sabtu (20/8). Dugina diduga sedang menggunakan mobil ayahnya dan kemungkinan serangan itu bukan ditujukan kepada dia.
Berdasarkan penjelasan Reuters, Minggu (21/8), Dugin (60) adalah orang yang sudah lama menganjurkan penyatuan wilayah berbahasa Rusia dan wilayah lain di kerajaan baru Rusia. Dia menginginkan Ukraina masuk ke dalam penyatuan ini.
Dalam bukunya pada 1997 'The Foundations of Geopolitics: The Geopolitical Future of Russia', Dugin sangat kritis pada pengaruh Amerika Serikat di Eurasia dan menyerukan Rusia membangun kembali otoritasnya sendiri dan menganjurkan memecah wilayah negara lain.
Buku ini masuk dalam daftar bacaaan tentara, tetapi tak ada indikasi Dugin pernah memiliki pengaruh langsung pada kebijakan luar negeri Rusia.
Pengaruh Dugin pada Presiden Rusia Vladimir Putin merupakan spekulasi. Beberapa pengamat Rusia menyatakan bahwa pengaruhnya signifikan, tetapi yang lain menyebut minim. Dugin tak punya hubungan resmi dengan Kremlin.
AS pernah menjatuhkan sanksi pada Dugin pada 2015 karena 'bertanggung jawab atas tindakan atau kebijakan yang mengancam perdamaian, keamanan, stabilitas atau kedaulatan atau integritas teritorial Ukraina'.
Kementerian Keuangan AS mengatakan Dugin mengontrol Geopolitica, situs yang jadi rujukan bagi nasionalis Rusia untuk menyebarkan disinformasi dan propaganda yang menargetkan audiens Barat.
Buku yang ditulis Dugin meninggikan ketenarannya. Pada awal 1990-an dia ikut mendirikan Partai Bolshevik Nasional (NBP) yang sangat mendukung pandangan anti-sentris dan menggunakan bendera merah dengan palut dan arit hitam di tengahnya.
Dugin meninggalkan NBP sekitar satu dekade sebelum dinyatakan sebagai 'organisasi ekstremis' pada 2007 dan dilarang beroperasi di Rusia.
Dia pernah bekerja sebagai pemimpin redaksi Tsargrad TV, saluran Kristen Ortodoks pro-Kremlin yang dimiliki pengusaha Kontantin Malofeev.
Malofeev dijatuhi sanksi oleh AS dan Uni Eropa pada 2014 atas tuduhan mendanai separatis pro-Moskow yang bertempur di Ukraina. Dia membantah tuduhan itu.
Dugin menulis pada situs Tsargrad pada Mei yang isinya mengatakan operasi militer Rusia di Ukraina butuh 'reformasi patriotik' segera.
Dia menulis bahwa 'Rusia baru, abadi benar dan mendalam' perlu didirikan untuk menarik orang-orang Ukraina.
"Ukraina dapat menjadi bagian integral dan organik dari ini. Ukraina harus memahami bahwa kami mengundang mereka untuk menciptakan kekuatan baru yang besar ini. Juga Belarusia, Kazakhs, Armenia, tetapi juga Azerbaijan, Georgia dan semua orang yang tidak hanya ada dan bersama kita, tetapi juga akan," tulis dia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1568 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1181 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1029 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 907 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah