Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Setelah Ambles, Harga Minyak Dunia Mulai Naik Perlahan

Jumat, 9 September 2022, 09:17 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/Kompas.com/Setelah Ambles, Harga Minyak Dunia Mulai Naik Perlahan

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Harga minyak dunia melonjak sekitar 1 persen pada perdagangan hari Kamis, setelah jatuh ke level terendah tujuh bulan di sesi sebelumnya.

Mengutip CNBC, Jumat (9/9/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melesat USD1,15, atau 1,3 persen, menjadi USD89,15 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika, melejit USD1,60, atau 2,0 persen menjadi menetap di posisi USD83,54 per barel.

Rabu, kedua patokan itu anjlok lebih dari 5 persen menjadi ditutup pada level terendah sejak pertengahan hingga akhir Januari, menempatkan WTI ke wilayah jenuh jual secara teknikal untuk pertama kalinya dalam sebulan.

Kenaikan harga itu terjadi meski ada peningkatan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS, berita bahwa Amerika Serikat menimbang perlunya lebih banyak pelepasan minyak mentah dari cadangan strategis dan kekhawatiran perpanjangan penguncian Covid-19 China serta kenaikan suku bunga global akan memperlambat aktivitas ekonomi dan menekan permintaan bahan bakar.

"Stok minyak mentah AS melambung hampir 9 juta barel pekan lalu karena kombinasi peningkatan impor dan pelepasan berkelanjutan dari cadangan darurat pemerintah," kata Badan Informasi Energi.

Kenaikan itu sangat jauh dibandingkan perkiraan analis untuk penarikan 250.000 barel dalam jajak pendapat Reuters , dan data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan peningkatan3,6 juta barel.

"Sebagian besar peningkatan dalam stok minyak itu berasal dari Strategic Petroleum Reserve. Semakin cepat kita mengosongkan SPR, semakin besar penarikan yang akan terjadi di masa mendatang," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group.

Menteri Energi Amerika, Jennifer Granholm, mengatakan pemerintahan Presiden Joe Biden sedang mempertimbangkan perlunya pelepasan lebih lanjut minyak mentah dari cadangan darurat negara itu.

"Penguatan hari ini tampaknya dimotivasi, terutama oleh kondisi oversold technical yang memungkinkan kompleks komoditas tersebut untuk mengabaikan peningkatan stok minyak mentah yang tampaknya bearish dari EIA," kata analis Ritterbusch and Associates.

Harga juga mendapat dukungan dari ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan ekspor minyak dan gas jika pembatasan harga diberlakukan oleh pembeli Eropa.

Uni Eropa mengusulkan pembatasan harga gas Rusia, meningkatkan risiko penjatahan selama musim dingin ini jika Moskow melakukan ancamannya. Gazprom Rusia menghentikan aliran dari pipa gas Nord Stream 1.

Menteri Energi Belgia mengusulkan pembatasan harga gas grosir daripada hanya impor Rusia. Inggris mengatakan akan membatasi tagihan energi konsumen selama dua tahun.

Kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi global dan ekspektasi penurunan permintaan bahan bakar menyebabkan kejatuhan harga minyak di sesi sebelumnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami