Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Kronologi Titik Balik Ukraina Bikin Keok Rusia di Sejumlah Titik
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan Ukraina semakin menunjukkan taringnya dengan berhasil mendepak tentara Rusia dari Lyman, kota kunci di Donetsk, dan dua wilayah di Kherson selama akhir pekan kemarin. Bagi banyak pihak, kesuksesan tentara Ukraina ini semakin meyakinkan bahwa pasukan Rusia sebenarnya semakin putus asa melancarkan invasi.
Kesuksesan militer Ukraina kian meluas sejak melancarkan serangan balasan sejak awal September lalu. Pasukan Presiden Volodymyr Zelensky akhirnya berhasil menendang pasukan Rusia seluruhnya dari Kharkiv.
Kemenangan Ukraina itu membuat jumlah wilayah yang diduduki pasukan Rusia semakin sedikit jika dibandingkan masa-masa awal invasi. Berdasarkan analisis data Institut Studi Perang (ISW), di awal invasi Rusia berhasil menguasai seperlima wilayah Ukraina, atau sekitar 119 ribu kilometer persegi.
Namun, tujuh bulan setelah perang berlangsung, tanah yang dikuasai Rusia berkurang sekitar 3.000 km persegi ketimbang lima hari pertama invasi berlangsung pada Februari 2022 lalu. Menurut sejumlah analisis, pencaplokan empat wilayah Ukraina yang dilakukan Rusia baru-baru ini juga hanyalah usaha Presiden Vladimir Putin mengamankan wilayah Ukraina yang telah mereka rebut.
Sementara itu, Rusia sendiri mengklaim empat wilayah Ukraina yang dicaplok yakni Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia, menjadi bagian dari kekuasaan mereka berdasarkan referendum yang dilakukan akhir September lalu.
Upaya Rusia yang tampak "buru-buru" mengamankan wilayah kekuasaan mereka di Ukraina tak lepas dari sejumlah titik balik peristiwa.
Ubah Fokus Perang
Pergerakan pasukan Rusia mulai tampak mengendur dan tidak fokus sejak awal April. Kala itu, pasukan Rusia memutuskan mengubah fokus perang yang semula berupaya menduduki Ibu Kota Kyiv menjadi menguasai Donbas dan wilayah timur Ukraina saja.
Sejak itu, Rusia menarik semua pasukannya di sekeliling Kyiv dan membuat Moskow kehilangan 40 persen wilayah yang mereka duduki di awal invasi.
Unit-unit Rusia di Kyiv, Chernihiv, dan Sumy semuanya ditarik. Rusia kemudian memfokuskan serangan untuk menguasai Donbas dan mengalahkan pertahanan Ukraina di Mariupol.
Sejumlah analisis saat itu menganggap perubahan fokus ini dilakukan lantaran Rusia tidak menyangka bahwa pertahanan pasukan Ukraina bisa rapat mengamankan ibu kota sampai sulit ditembus.
Padahal, Rusia kala itu berhasil menguasai zona eksklusif Chernobyl dan wilayah selatan Ukraina, termasuk Kherson. Bulan-bulan setelahnya, Rusia juga gagal mendapatkan kemenangan substansial.
Sejak April, pasukan Rusia juga secara keseluruhan hanya bisa menduduki 1.000 kilometer persegi wilayah Ukraina. Luasan itu setara dengan Kota Sorong, Papua.
Pada Mei sampai Agustus, kekuasaan Rusia atas wilayah Ukraina sangat sedikit, hanya dua kali lebih besar dari Kota New York. Namun, Ukraina sempat mengalami kekalahan di Mariupol, kala pasukan mereka di Azovstal gagal dan terkepung pasukan Rusia pada akhir Mei.
Selain itu, pasukan Rusia berhasil menguasai kota-kota di Severodonetsk dan Lysychansk di Luhansk.
Diserbu Serangan Balasan
Pada awal September, Ukraina lantas melakukan serangan perlawanan besar-besaran di timur laut negaranya. Serangan ini membuat Rusia terdorong hingga lebih dari 50 kilometer persegi dari wilayah kekuasaan mereka sebelumnya.
Berdasarkan ISW, pada 11 September, Ukraina berhasil mengklaim kembali 4.000 km persegi wilayah mereka dalam waktu semalam. Ukraina juga menguasai kembali beberapa wilayah yang sebelumnya diduduki Rusia terutama Kharkiv.
Dikutip CNN, sampai pada 23 September, pasukan Rusia mundur dari lebih dari 9.000 km wilayah yang sempat mereka kuasai pada awal perang. Namun, Rusia masih menguasai sekitar 116.000 km persegi wilayah Ukraina, termasuk Crimea, sampai saat ini.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4505 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2319 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1958 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1590 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1035 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun