Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Elon Musk dan Zelensky 'Ribut' Soal Rencana Damai Rusia-Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Miliarder AS Elon Musk terlibat pertengkaran di media sosial dengan pejabat Ukraina termasuk Presiden Volodymyr Zelensky pada Senin (3/10). Pertengkaran disulut oleh gagasan yang disampaikan Musk supaya invasi Rusia di Ukraina bisa segera diatasi.
Baca juga:
Pilpres Brasil Lanjut ke Putaran Kedua
Maklum, gagasan damai yang disampaikan Musk melalui akun twitternya itu cukup kontroversial. Pasalnya, ia mengusulkan kesepakatan damai dilakukan dengan melibatkan pelaksanaan kembali referendum aneksasi pengawasan PBB di wilayah Ukraina yang diduduki Moskow, mengakui kedaulatan Rusia atas semenanjung Krimea dan memberikan Ukraina status netral.
Pendiri Tesla dan SpaceX membuat jajak pendapat di akun twitternya yang diikuti oleh lebih dari 107 juta guna mengetahui pendapat masyarakat atas idenya itu.
Menanggapi jajak pendapat itu, Zelensky langsung bertanya ke Musk di "@elonmusk mana yang lebih Anda sukai?" dengan opsi "Orang yang mendukung Ukraina" dan "Orang yang mendukung Rusia"," katanya seperti dikutip dari AFP, Selasa (4/10).
Tak hanya Zelenski, Duta Besar Kyiv untuk Jerman Andriy Melnyk menjawab dengan blak-blakan bahwa ide Musk tersebut sesat.
"Tanggapan saya yang sangat diplomatis (kepada Musk) adalah tersesat," katanya.
Sementara itu pembantu Presiden Ukraina Mykhaylo Podolyak mengatakan rencana perdamaian terbaik antara Rusia dan Ukraina adalah; Ukraina bisa diberikan hak mengambil kembali wilayahnya termasuk Krimea, Rusia demiliterisasi dan denuklirisasi dan "penjahat perang" menghadapi pengadilan internasional.
Musk kemudian mengatakan Moskow dapat mengumumkan mobilisasi penuh, yang mengarah ke "perang penuh" di mana "kematian di kedua belah pihak akan menghancurkan" mengingat populasi Rusia yang jauh lebih besar.
"Kemenangan Ukraina tidak mungkin terjadi dalam perang total. Jika Anda peduli dengan rakyat Ukraina, carilah perdamaian," tulisnya di Twitter.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah meminta Ukraina untuk menghentikan permusuhan dan bernegosiasi setelah memerintahkan mobilisasi parsial untuk memperkuat pasukannya dan mengancam akan menggunakan senjata nuklir.
Zelensky mengatakan dia tidak akan pernah bernegosiasi dengan Rusia selama Putin tetap menjadi pemimpinnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4506 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2320 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1960 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1591 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1035 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun