Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Paus Fransiskus Colek Putin & Zelensky, Dihantui Sungai Darah
BERITABALI.COM, DUNIA.
Paus Fransiskus memohon kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan kekerasan dan kematian di Ukraina. Ia mengatakan krisis itu mempertaruhkan eskalasi nuklir dengan konsekuensi global yang tidak terkendali.
Dalam pidato yang didedikasikan untuk Ukraina dan ditujukan kepada ribuan orang di Lapangan Santo Petrus pada Minggu (2/10/2022), Paus Fransiskus juga mengutuk pencaplokan terbaru Putin atas beberapa wilayah Ukraina, tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional. Dia mendesak Putin untuk memikirkan rakyatnya sendiri jika terjadi eskalasi.
Ini adalah pertama kalinya Paus, yang sering mengecam serangan Rusia ke Ukraina akibat kematian serta kehancuran yang ditimbulkannya, mengajukan permohonan pribadi langsung kepada Putin.
"(Putin) dihantui oleh sungai darah dan air mata yang telah tumpah dalam beberapa bulan ini," kata Fransiskus, mengutip South China Morning Post.
Tak hanya itu, ia juga meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk terbuka terhadap usulan perdamaian. Fransiskus membuat seruan mendesak atas nama Tuhan untuk mengakhiri konflik.
"Itu tidak masuk akal bahwa dunia mempertaruhkan konflik nuklir," imbuhnya.
"Permohonan saya terutama ditujukan kepada presiden Federasi Rusia, memohon dia untuk menghentikan spiral kekerasan dan kematian ini, bahkan karena cinta kepada rakyatnya sendiri," katanya
"Di sisi lain, menderita oleh penderitaan besar penduduk Ukraina setelah agresi yang dideritanya, saya menyampaikan seruan yang sama harapannya kepada presiden Ukraina untuk terbuka terhadap proposal perdamaian yang serius."
Fransiskus kemudian mencuit seruan tersebut kepada kedua pemimpin itu dalam bahasa Rusia dan Ukraina. Mengacu pada etnis Rusia yang tinggal di Ukraina, Paus Fransiskus mengatakan perlu juga menghormati hak-hak minoritas dan kekhawatiran mereka saat ini.
Paus Fransiskus juga mengatakan sedih bahwa dunia belajar tentang geografi Ukraina melalui nama-nama tempat seperti Bucha, Irpin, Mariupol, Izium, Zaporizhzhia, di mana terjadinya penderitaan dan ketakutan yang tak terlukiskan sepanjang perang.
Sebelumnya, Putin memproklamirkan pencaplokan hampir seperlima wilayah Ukraina dan menempatkan wilayah di bawah payung nuklir Rusia. Kyiv dan sekutu Baratnya telah mengutuk pencaplokan Putin sebagai ilegal, dan Zelensky mengatakan pasukannya akan melanjutkan perjuangan mereka untuk merebut kembali semua wilayah Ukraina yang diduduki oleh pasukan Rusia.
Ukraina pada Minggu mengeklaim kendali penuh atas pusat logistik timur Lyman. Ini menjadi pencapaian di medan perang paling signifikan di Kyiv dalam beberapa minggu terakhir.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4506 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2321 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1961 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1591 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun