Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Soal Tragedi Kanjuruhan, Ini Kata Ketua PSSI Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua Umum Asosiasi Propinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Bali I Ketut Suardana menanggapi tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan jiwa saat pertandingan Liga 1 antara Persebaya dengan Arema.
Bercermin dari kejadian tersebut, ia mengucap syukur karena dunia persepakbolaan di Bali sudah tertata bagus baik itu klub profesional atau amatir sudah mencerminkan kedewasaaan baik saat berada di dalam atau luar lapangan saat kompetisi.
Demikian juga, kata dia, masyarakat Bali terutama komunitas sepak bola yang diakuinya sudah makin dewasa. Ia berharap kedepannya akan selalu lebih baik lagi sebagai bagian komunitas sepak bola.
Terkait dengan kejadian tersebut, ia menunggu bagaimana nantinya hasil investigasi pihak berwenang sehingga nantinya akan diketahui siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas kematian ratusan korban tersebut.
"Kejadian itu kita belum paham. Setelah hasil investigasi dari pihak tertentu baik dari PSSI atau pihak kepolisian bagaimana hasilnya baru kita bisa bicara.
Lebih baik menunggu hasil investigasi nantinya akan ketahuan siapa yang akan bertanggung jawab akan peristiwa itu," tandasnya saat diwawancarai via telepon, Selasa (4/10/2022) di Denpasar.
Ketika ditanya apakah perlu pergantian kepemimpinan PSSI yang dinakhodai Mochamad Iriawan atau Iwan Bule, ayah dari pemenang Putri Indonesia 2022 asal Bali Laksmi Shari De Neefe Suardana ini mengatakan daripada saling menyalahkan lebih baik nanti menunggu hasil investigasi. Sehingga, lanjutnya, jika ada kekurangan-kekurangan bisa dicermati dan disikapi dengan bijaksana.
"Untuk mekanisme penggantian itu saya belum tahu. Namun pastinya menunggu hasil investigasi. Nantinya jika ada kekurangan, bisa kita cermati sebiksana mungkin kalau kita saling menyalahkan, siapa yang salah kita tidak tahu," ujarnya.
Mengenai kompetisi sepak bola yang masih berjalan di Bali dalam naungan PSSI Bali saat ini adalah Piala Soeratin U-17, U-15, U-13. Sebagai antisipasi, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak berwenang dan pemangku kepentingan di lapangan sehingga kejadian di Kanjuruhan, Malang itu sebagai evaluasi atau mawas diri agar tidak terulang lagi.
"Untuk kompetisi sepak bola wanita dan pantai belum kita lakukan, karena masih menunggu instruksi dari PSSI pusat," sebutnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4506 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2321 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1961 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1591 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun