Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Misteri Air Terjun Kipuan Kebo di Batu Riti Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Jika Anda pelesiran ke Bali, jangan melulu main ke pantai ya. Kunjungi juga wisata alam lain yang menyejukkan mata, salah satunya air terjun.
Di Kabupaten Kerobokan, Desa Mekar Sari, Kecamatan Batu Riti, Bali terdapat air terjun yang indah. Air terjun tersebut tersembunyi di balik semak-semak perbukitan yang jalannya terjal.
Terdapat tiga titik air terjun. Dua air terjun tinggi dan satu lagi rendah. Di antara tiga air terjun, air terjun utama lah yang paling menarik perhatian.
Tinggi air terjun tersebut setinggi 30 meter. Pelancong yang berkunjung ke sana tak ingin melewatkan wantu berfoto dan mandi di bawah pancuran air.
Namun, di balik keindahan air terjun tersebut, tersimpan cerita mistis dan mitos. Menurut penuturan Chris, penduduk asli Batu Riti yang juga pemandu wisata, berdasarkan cerita legenda, air terjun itu dahulu kala merupakan tempat permandian kerbau tak bertuan.
"Cerita nenek moyang, dahulu ada seekor kerbau tak bertuan yang kerap mandi di sana. Sangking seringnya air terjun itu dinamakan Kipuan Kebo yang berarti pemandian kerbau," ujar Chris kepada Okezone, beberapa waktu lalu.
Melihat seringnya si kerbau mandi, akhirnya air terjun tersebut dianggap suci. Karena pasti ada sesuatu yang mendorong kerbau mandi di tempat itu sendiri.
"Akhirnya jadilah air terjun tersebut dijadikan tempat sakral. Tempat melukat, yang artinya tempat penyucian diri umat Hindu," sambungnya.
Masyarakat percaya, siapapun yang mandi di sana, maka akan bersih jiwanya, suci hatinya, dan awet muda. Orang-orang yang hatinya kotor perlu di bawa ke pemandian di bawah Air Terjun Kipuan Kebo, agar hatinya bersih.
Namun, bagi perempuan yang sedang haid atau datang bulan, jangan coba-coba ke sana. Pasalnya, mereka yang sedang datang bulan dianggap kotor.
"Sama seperti muslim, wanita haid tidak boleh ibadah. Nah, di sini juga begitu, jika wanita haid ke sini maka akan mengotori tempat suci," terangnya lebih lanjut.
Ikhwal mengenai bala yang terjadi bila wanita sedang haid berkunjung, memang belum terbukti kebenarannya. Namun, penduduk meyakini pasti akan mengalami kesialan bila nekat mengotori tempat yang dianggap suci itu.(sumber: okezone.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4506 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2321 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1962 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1591 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun