Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Ngusaba Desa, Desa Adat Kedonganan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Bupati Badung Nyoman Giri Prasta memberikan apresiasi semangat krama Desa Adat Kedonganan yang telah melaksanakan Karya Ngusaba Desa secara gotong royong dengan rasa tulus ikhlas dan mengajak masyarakat Kedonganan bersatu.
“Karya Ngusaba Desa ini dapat dilaksanakan setiap 30 tahun sekali, karena ini merupakan tingkatan karya yang paling tinggi di Desa Adat, lain halnya kalau di Bali tingkatan karya yang paling tinggi adalah Karya Eka Dasa Rudra, dan rangkaian karya di Desa Adat Kedonganan ini sudah dilakukan sesuai dengan tahapan-tahapan yang ada di Lontar dan Sastra Hindu. Melalui karya ini diharapkan krama Desa Adat kedonganan khususnya selalu diberikan keselamatan dan kesejahteraan," ungkap Bupati Nyoman Giri Prasta saat menghadiri Karya Ngusaba Desa, Desa Adat Kedonganan, Selasa (4/10) di Pura Bale Agung Kedonganan, Desa Adat Kedonganan, Kecamatan Kuta.
Turut hadir anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta, anggota DPRD Badung Luh Gede Sri Mediastuti, Camat Kuta D. Ngurah Bhayudewa, Lurah Kuta, Bendesa Adat Kedonganan I Wayan Mertha serta tokoh masyarakat dan undangan lainnya. Karya Ngusaba Desa, Desa Adat Kedonganan dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sibang. Dalam kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta menyerahkan dana dari Pemkab Badung sebesar Rp 500 juta dan menandatangani Prasasti.
Bendesa Adat Kedonganan I Wayan Mertha menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung beserta undangan yang telah hadir dalam Karya Ngusaba Desa, Desa Adat Kedonganan, dimana karya ini baru dapat dilaksanakan pada tahun 2022 ini walaupun sudah lama direncanakan oleh empat (4) Jero Bendesa yang sudah purna tugas dan baru bisa dilaksanakan tahun ini setelah dilaksanakan rapat dengan para prajuru.
Dijelaskan menurut awig-awig Desa Adat Kedonganan bahwa Karya Ngusaba Desa ini dilaksanakan setiap 20 hingga 30 tahun sekali, jadi kalau tahun ini dilaksanakan Karya ini, paling cepat dilaksanakan lagi pada tahun 2042 mendatang. Terkait dengan rangkaian karya Ngusaba Desa, Desa Adat Kedonganan ini sudah dimulai sejak (10/8) dengan Matur Piuning Karya, pada (18/10) dilanjutkan dengan Nyegara Gunung dan Puncak Karya akan dilaksanakan pada Soma Wage Dukut, Purnamaning Kapat, (10/10).
Untuk biaya dalam pelaksanaan karya ini tidak ada masyarakat Desa Adat Kedonganan yang terbebani karena semuanya berasal dari Dana Desa Adat, dukungan dari usaha desa seperti LPD, Pasar Desa, BUPDA, BPKP2K, Yayasan, para pengusaha di Kedonganan serta punia masyarakat Desa Adat Kedonganan, dengan total biaya yang dihabiskan mencapai Rp. 2,7 M.
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4506 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2321 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1962 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1591 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun