Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Pasar Hewan Beringkit Dibuka, Banyak Sapi Belum Penuhi Syarat
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pasar Hewan Beringkit di Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi mulai dibuka pada 8 Oktober 2022 lalu. Sejak dibuka, sebanyak 87 ekor sapi lolos diperjualbelikan setelah melalui pemeriksaan ketat pada Minggu (9/10).
"Pasar sapi di Beringkit dibuka setiap Rabu dan Minggu mulai pukul 03.00-10 WITA. Karena ini baru kembali buka, jadi masih belum ramai. Baru 87 ekor yang masuk Beringkit dengan persyaratan lengkap. Bahkan banyak pembeli yang kembali membawa truk pengangkut sapinya dalam kondisi kosong, lantaran tak banyak sapi yang dijualbelikan," sebut Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana (MGS), I Made Sukantra saat dikonfirmasi belum lama ini di Badung.
Dalam kaitan dengan hal tersebut, ada tiga surat wajib dibawa oleh penjual sapi yakni surat keterangan asal hewan, Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), dan surat keterangan vaksin sapi. Jika dilihat masih banyak masyarakat belum paham bagaimana mendapatkan SKKH dan surat keterangan vaksin.
"Tadi masih banyak pembeli dan penjual yang masih mencari informasi terkait syarat-syarat jual beli sapi di Beringkit sekarang. Kalau surat keterangan asal hewan, mereka sudah paham mencarinya ke Kantor Desa. Nah, untuk SKKH ini bisa dicari di Puskeswan. Di masing-masing kecamatan ada Puskeswan-nya," katanya.
Selanjutnya untuk surat keterangan vaksin memang banyak ditanyakan oleh para penjual sapi. Lantaran saat vaksinasi sapi berlangsung, pemilik sapi tidak diberikan surat keterangan oleh dinas terkait.
"Jadi saat itu bagaimana mempercepat proses vaksinasi. Itu yang digencarkan. Sedangkan surat keterangan itu tidak diberikan oleh dinas terkait. Untuk surat vaksin itu, bisa dibuatkan oleh desa atau kepala lingkungan. Karena saat proses vaksin, mereka juga ikut mengantar dan menyaksikan. Sehingga tercatat di desa. Tadi kami dengan Kabid Keswan, Kepolisian, Dandim, Satpol PP, BPBD sudah rapat langsung. Kesepakatannya dirumuskan seperti itu," paparnya.
Selain itu, proses penerimaan sapi juga dilakukan pemeriksaan ketat. Mulai dari memeriksa kesehatan kuku dan mulut sapi, hingga spraying disinfektan pada sapi dan mobil angkutannya. Pihaknya menegaskan, proses yang dilakukan ini adalah untuk memastikan sapi yang masuk benar-benar sehat.
"Jangan sampai Pasar Beringkit yang merupakan pasar milik pemerintah malah terindikasi membebaskan sapi-sapi yang tidak layak untuk diperjualbelikan," cetusnya.
Saat pasar hewan sudah menerapkan pengawasan ketat dan agar tidak sampai sapi dijual secara asal tanpa dilengkapi dengan dokumen asal hewan dan kesehatan hewan. Dirinya berharap agar pihak berwenang untuk menertibkan pasar sapi liar yang justru dikhawatirkan berpotensi rentan penyebaran virus PMK.
"Untuk pasar sapi liar atau mungkin transaksi di luar pasar hewan, itu kami tidak punya kewenangan. Justru kami mohon kepada pihak yang berwenang untuk menertibkan. Supaya jangan nanti justru penyebaran PMK itu melalui tempat seperti itu," tutup Sukantra.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8538 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5894 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3697 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2530 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar