Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Iran Bantah Pasok Kamikaze ke Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Iran membantah telah memasok pesawat nirawak (drone) Kamikaze kepada Rusia untuk membantu invasi ke Ukraina beberapa waktu lalu. Sanggahan tersebut diketahui dari perbincangan via telepon antara Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan mitranya dari Portugal pada Jumat (14/10).
Amir-Abdollahian menegaskan pihaknya tidak pernah menyediakan senjata apapun untuk digunakan di Ukraina.
"Kami percaya bahwa mempersenjatai masing-masing pihak dari krisis akan memperpanjang perang, jadi kami tidak menganggap dan tidak menganggap perang sebagai cara yang benar baik di Ukraina, Afghanistan, Suriah atau Yaman," kata Amir-Abdollahian seperti dikutip dari CNN, Minggu (16/10).
Sebelumnya, pihak berwenang Ukraina menuding Rusia telah menggunakan drone kamikaze yang dipasok Iran dalam serangan terhadap Kyiv, Vinnytsia, Odesa, Zaporizhzhia dan kota-kota lain dalam beberapa pekan terakhir.
Gubernur Kyiv, Oleksiy Kuleba, mengatakan enam pesawat tak berawak menghantam bangunan di Bila Tserkva, sekitar 75 kilometer dari ibu kota pada Rabu (5/10).
Sementara itu, juru bicara pasukan Angkatan Udara Ukraina, Yriy Ihnat, mengatakan drone-drone meluncur dari wilayah selatan Ukraina. Enam drone lain berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai target.
"Ini adalah ancaman baru bagi semua pasukan pertahanan [Ukraina], dan kami perlu melakukan apapun untuk berusaha mencegah itu," kata Oleksiy Kuleba.
Insiden itu merupakan serangan Rusia pertama yang terjadi di dekat Kyiv sejak beberapa bulan terakhir.
Untuk diketahui dugaan Rusia menggunakan drone Iran untuk menyerang Ukraina sering diberitakan. Beberapa pekan sebelumnya, Rusia disebut memakai drone Shahed-136 buatan Iran untuk melancarkan serangan ke Bila Tservka.
"Ada suara menderu, suara menusuk. saya dengar serangan yang pertama, yang kedua saya melihat dan mendengar. Ada dentuman dan kemudian 'bom' disusul ledakan," kata salah satu penduduk di Tserkva, Volodymyr, seperti dikutip Reuters.
Penduduk yang lain mengaku mendengar empat ledakan dalam waktu dekat. Lalu ledakan terdengar satu jam kemudian, dan dua jam kemudian.
Serangan itu membuat penduduk di Bila Tserkva terguncang dan mencari perlindungan gegara sirene berbunyi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4519 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2334 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1982 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun