Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 28 September 2026
Iran Bantah Pasok Kamikaze ke Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Iran membantah telah memasok pesawat nirawak (drone) Kamikaze kepada Rusia untuk membantu invasi ke Ukraina beberapa waktu lalu. Sanggahan tersebut diketahui dari perbincangan via telepon antara Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian dan mitranya dari Portugal pada Jumat (14/10).
Amir-Abdollahian menegaskan pihaknya tidak pernah menyediakan senjata apapun untuk digunakan di Ukraina.
"Kami percaya bahwa mempersenjatai masing-masing pihak dari krisis akan memperpanjang perang, jadi kami tidak menganggap dan tidak menganggap perang sebagai cara yang benar baik di Ukraina, Afghanistan, Suriah atau Yaman," kata Amir-Abdollahian seperti dikutip dari CNN, Minggu (16/10).
Sebelumnya, pihak berwenang Ukraina menuding Rusia telah menggunakan drone kamikaze yang dipasok Iran dalam serangan terhadap Kyiv, Vinnytsia, Odesa, Zaporizhzhia dan kota-kota lain dalam beberapa pekan terakhir.
Gubernur Kyiv, Oleksiy Kuleba, mengatakan enam pesawat tak berawak menghantam bangunan di Bila Tserkva, sekitar 75 kilometer dari ibu kota pada Rabu (5/10).
Sementara itu, juru bicara pasukan Angkatan Udara Ukraina, Yriy Ihnat, mengatakan drone-drone meluncur dari wilayah selatan Ukraina. Enam drone lain berhasil ditembak jatuh sebelum mencapai target.
"Ini adalah ancaman baru bagi semua pasukan pertahanan [Ukraina], dan kami perlu melakukan apapun untuk berusaha mencegah itu," kata Oleksiy Kuleba.
Insiden itu merupakan serangan Rusia pertama yang terjadi di dekat Kyiv sejak beberapa bulan terakhir.
Untuk diketahui dugaan Rusia menggunakan drone Iran untuk menyerang Ukraina sering diberitakan. Beberapa pekan sebelumnya, Rusia disebut memakai drone Shahed-136 buatan Iran untuk melancarkan serangan ke Bila Tservka.
"Ada suara menderu, suara menusuk. saya dengar serangan yang pertama, yang kedua saya melihat dan mendengar. Ada dentuman dan kemudian 'bom' disusul ledakan," kata salah satu penduduk di Tserkva, Volodymyr, seperti dikutip Reuters.
Penduduk yang lain mengaku mendengar empat ledakan dalam waktu dekat. Lalu ledakan terdengar satu jam kemudian, dan dua jam kemudian.
Serangan itu membuat penduduk di Bila Tserkva terguncang dan mencari perlindungan gegara sirene berbunyi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8517 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5861 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3679 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2509 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar