Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
PDAM Karangasem Tunda Kenaikan Tarif Air Minum
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem akhirnya menunda kenaikkan tarif air minum, setelah sebelumnya sempat direncanakan untuk dinaikkan.
Hal ini diakui oleh Direktur Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem, Komang Haryadi Parwatha saat dikonfirmasi, Minggu (16/10/2022).
"Ya benar, sementara ditunda, " ujarnya singkat.
Ditanya terkait alasan penundaan kenaikan tarif air minum tersebut, Parwatha sepertinya enggan mengungkapkan lebih jauh. Ia hanya mengatakan, bahwa alasan penundaan tersebut karena masih ada hal yang perlu untuk dikaji kembali.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, penyesuaian tarif dilakukan menyusul adanya Pergub dan hasil audit dari BPKP yang menyebutkan bahwa Perumda Tirta Tohlangkir tidak full cost recovery (FCR) atau hasil penjualan tidak menutupi biaya produksi.
"Tidak FCR mulai tahun 2020 dan 2021, artinya sudah dua kali tidak FCR, jika sampai 3 kali maka akan dievaluasi. Di samping itu juga didasari Pergub yang dilaksanakan di seluruh Kabupaten, untuk tarif batas bawah Karangasem Rp. 3.700 dan tarif batas atas Rp. 10.250 rupiah, tetapi kita usulkan penyesuaian Rp.3.500," kata Parwatha saat itu.
Adapun faktor penyebab Perumda dalam dua tahun terakhir ini tidak FCR, dikatakan Parwatha salah satunya karena dampak dihapusnya subsidi listrik hingga kenaikan BBM.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1560 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1176 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1025 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 903 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah