Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Perang Memanas, Ukraina Tembak Jatuh 36 dari 42 Drone Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan keamanan di Ibu Kota Kyiv, Ukraina, berhasil menembak jatuh 36 dari total 42 serangan pesawat nirawak (drone) Rusia pada Senin (17/10).
Baca juga:
PM Inggris Minta Maaf Usai Didesak Mundur
"Ini menunjukkan bahwa serangan (Rusia) ini belum mencapai tujuan mereka. Saya pikir tujuannya adalah untuk mengalahkan serangan rudal Senin lalu. Tapi itu tidak terjadi hari ini," kata Menteri Dalam Negeri Ukraina Denys Monastyrskyi kepada televisi nasional.
Dari 42 drone Rusia itu, sekitar 30 pesawat nirawak menargetkan Kyiv, kata Monastyrskyi. Beberapa drone lainnya, katanya, menargetkan wilayah Sumy dan Dnipropetrovsk.
Monastyrskyi meuturkan setidaknya satu drone Rusia yang menargetkan Kyiv ditembak jatuh oleh senjata ringan kepolisian. Namun, Monastyrskyi mewanti-wanti bahwa peluang menembak jatuh drone dengan senjata ringan cukup kecil dan berisiko tinggi.
"Saya ingin berbicara kepada warga yang memiliki senjata api: menembak dari senapan atau pistol dari gedung bertingkat dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada kesempatan untuk menembak jatuh drone," kata Monastyrskyi seperti dikutip CNN.
Ukraina bersumpah tak akan gentar walaupun dibombardir serangan drone sejak Senin pagi. Mereka menganggap aksi ini justru menunjukkan Rusia putus asa.
"Setiap malam dan setiap pagi, musuh meneror penduduk sipil. Drone Kamikaze dan rudal menyerang seluruh Ukraina. Musuh bisa menyerang kota kami, tapi kami tak akan gentar," ujar Presiden Volodymyr Zelensky.
Kepala staf kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak, juga menegaskan kekuatan negaranya. Menurutnya, serangan Rusia itu justru menunjukkan keputusasaan.
Pihak berwenang Ukraina menuding Rusia menggunakan drone Kamikaze buatan Iran untuk menyerang kota-kota di wilayah itu. Namun, Iran membantah telah memasok senjata itu ke Rusia.
Sementara itu, Amerika Serikat melalui juru bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre, mengutuk serangan terbaru Rusia tersebut. Meskipun Jean-Pierre tidak akan mengatakan apakah pemerintahan Presiden Joe Biden percaya perang Rusia vs Ukraina sedang memasuki fase baru, dia menggambarkan beberapa minggu terakhir sebagai "eskalasi".
"Saya tidak akan membahas analisis apa pun tentang di mana kita berada dalam perang ini, kami telah sangat jelas tentang bagaimana kami - bagaimana kami telah melihat eskalasi Rusia selama beberapa minggu terakhir," kata Jean-Pierre.
"Eskalasi terbaru ini, Amerika Serikat mengutuk keras serangan rudal Rusia hari ini yang terus berlanjut menggambarkan kebrutalan Putin," paparnya lagi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8518 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5862 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3680 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2510 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar