Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Saat Luhut Bicara Perang Nuklir: Ini Jadi Masalah Yang Serius
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menaruh perhatian serius atas ketidakpastian dunia yang kemungkinan di bayang-bayangi perang nuklir. Hal ini sempat dikatakan Menko Luhut dalam acara pembukaan SOE International Conference yang diadakan di Nusa Dua, Bali pada Senin (17/10/2022).
Yang pertama, Menko Luhut menyebutkan bahwa tidak ada yang bisa memprediksi mengenai perang antara Rusia dan Ukraina yang memiliki dampak luas. Sehingga ini menjadi topik yang pnas dan Indonesia harus mempersiapkan diri dalam situasi ini.
"Hari ini kita menghadapi apa yang kita sebut perfect Storm yang merupakan sesuatu yang sangat, sangat tidak stabil dan pemerintah Indonesia bekerja sangat serius untuk menangani masalah ini. Kami mengawasi setiap informasi yang terbuka dan apa saja untuk mengatur strategi kami untuk mengatasi masalah ini," ungkap Luhut.
Yang kedua, mengenai ketidakpastian ekonomia dunia. Di mana saat ini sedang di bayang-bayangi kemungkinan menuju situasi yang terburuk yakni perang nuklir. "Perang nuklir, dari berbagai sumber sudah meramalkan masalah ini. Kita melihat ini juga sebagai masalah yang serius," tegas Luhut.
Selanjutnya, berkenaan dengan harga-harga yang cenderung melejit, seperti harga minyak mentah dunia mendekati US$ 100 per barel. Bahkan, kata Luhut, Indonesia perlu waspada terjadinya penurunan tren harga komoditas ekspor utama seperti palm oil.
Selain itu, soal laju tekanan inflasi. Di mana bank dunia menaikkan suku bunga secara masif dan agresif. Langkah ini tentunya mendorong aliran modal baik di negara maju, sehingga berimbas kepada kinerja portfolio dolar Amerika Serikat (AS) menjadi level tertinggi dalam dua dekade terakhir yang membuat mata uang di beberapa negara mengalami depresiasi.
"Kita masih beruntung ekonomi kita masih terkendali baik inflasi dan segala macam. Tapi kita tidak boleh jumawa karena apapun bisa terjadi, kita harus memperhatikan dengan cermat," tandas Luhut.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4553 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2359 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2014 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1619 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun