Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 17 Juni 2026
Parfum Elon Musk dengan Aroma "Rambut Terbakar" Habis Terjual!
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beberapa waktu lalu, Elon Musk membuat geger publik karena menjual parfum yang nyeleneh. Pendiri SpaceX dan Tesla itu menjual parfum yang dinamai "burnt hair". Sesuai namanya, parfum itu memang dimaksudkan untuk berbau rambut terbakar.
Diketahui produk buatannya itu diproduksi melalui salah satu perusahaannya, The Boring Company. Soal harga, melansir dari laman perusahaan, parfum "Burnt Hair" dijual seharga USD 100 termasuk pajak dan pengiriman ke seluruh dunia.
Bila dikonversikan, parfum ini harganya hanya Rp1,5 juta, terbilang standar bukan?
Sebagai bagian dari strategi penjualan, maestro teknologi bahkan mengubah bio Twitter-nya menjadi "Penjual Parfum" dan dengan bersemangat menunjukkan bahwa orang dapat membayarnya dengan koin Doge jika mereka mau.
Musk bahkan memohon kepada pengikutnya untuk membeli parfumnya agar dia bisa membeli Twitter, perusahaan yang dia setujui untuk dibeli lagi karena dia sepertinya tidak punya pilihan lain.
"Tolong beli parfum saya, jadi saya bisa membeli Twitter," demikian tweetnya pada 12 Oktober lalu.
Meski awalnya dikira hanya lelucon, parfum itu kini sudah terjual habis. Dikutip dari laman Gizmodo, sebanyak 30.000 botol parfum sudah terjual. Meski begitu, para pembeli harus bersabar untuk mencoba parfum unik tersebut dan membuktikan apakah aromanya benar-benar seperti rambut terbakar.
Pasalnya, parfum "Burnt Hair" akan mulai dikirimkan pada kuartal pertama tahun 2023.
Di situs web The Boring Company, deskripsi produk menyatakan, "Sama seperti bersandar di atas lilin di meja makan, tapi tanpa semua kerja keras."
Parfum ini juga memiliki beberapa testimonial nyeleneh seperti, "Menonjol di tengah keramaian! Menjadi perhatian saat berjalan di tengah bandara."
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun