Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Pangeran Harry 'Pede' Masih Bisa Hidup Usai Keluar dari Kerajaan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pangeran Harry mengaku bahwa terapi bersama psikolog membantunya sadar bahwa ia memiliki kekuatan untuk memilih dalam menjalani hidup setelah keluar dari kerajaan Inggris.
"Saat saya mulai melakukan terapi, itu membuka mata saya. (Dulu) saya menjalani hidup dengan berpikir hanya ada satu cara untuk hidup. Dan terapi memecahkan 'gelembung' itu," kata suami Meghan Markle itu, mengutip Page Six.
Setelahnya, ia menjadi memiliki persepektif lain tentang nilai yang ada pada dirinya. Pangeran Harry juga mengaku tidak sadar bahwa ia memiliki kepercayaan diri.
"Tiba-tiba saya menyadari bahwa sekarang saya memiliki perspektif dan pemahaman yang bagus tentang nilai saya. Saya mendapatkan kembali kepercayaan diri yang tidak pernah saya duga sebelumnya," ujarnya.
Sebelumnya, ia mengaku belum pernah mengetahui perihal terapi saat tumbuh di keluarga kerajaan atau bertugas di militer.
"Pangeran Harry mengatakan tumbuh di keluarga kerajaan dan menghabiskan 10 tahun di militer, dia tidak pernah mendengar kata 'terapi'," kata direktur program Yayasan Alfred P. Sloan, Doron Weber.
Kini, Pangeran Harry dan Meghan Markle, selalu terbuka tentang pentingnya kesehatan mental. Bahkan, mereka memiliki tiga anjing pendukung emosional.
"Kuberi tahu, kita semua membutuhkan anjing yang membuat kita tetap tenang," kata Pangeran Harry.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 1793 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1217 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 901 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 824 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 633 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun