Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bisnis Dekorasi Pernikahan di Badung Manfaatkan KUR BRI untuk Kebutuhan Modal

Selasa, 22 September 2026, 18:56 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok BRI/Bisnis Dekorasi Pernikahan di Badung Manfaatkan KUR BRI untuk Kebutuhan Modal.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Bisnis dekorasi pernikahan memiliki pola usaha yang berbeda dengan perdagangan pada umumnya. Pelaku usaha harus menyiapkan properti, tenaga kerja, dan bahan sebelum pekerjaan berlangsung, sementara modal yang dikeluarkan baru kembali setelah properti digunakan dalam sejumlah pesanan.

Kondisi tersebut dirasakan Dehana Decoration, usaha dekorasi yang menyasar kebutuhan perkawinan di Bali. Usaha yang dirintis sejak 2017 ini kini memiliki sekitar tujuh orang dalam tim dan melayani dekorasi dengan paket mulai sekitar Rp10 juta hingga ratusan juta rupiah, tergantung konsep dan kebutuhan pelanggan.

Pemilik Dehana Decoration, Nyoman Tangga Nalika, mengatakan kebutuhan modal menjadi salah satu tantangan utama ketika harus membuat properti dekorasi baru. Pembuatan properti membutuhkan modal di awal, sementara pengembaliannya baru diperoleh setelah properti tersebut digunakan dalam beberapa pekerjaan.

“Kalau pembuatan barang baru, kita bisa minus dulu. Kita harus jalanin sekitar lima kali dulu baru bisa balik modal,” ujar Tangga.

Pola bisnis tersebut membuat kebutuhan modal tidak hanya muncul ketika pesanan masuk. Pelaku usaha juga harus berinvestasi lebih dulu untuk menambah stok dan variasi properti agar mampu memenuhi permintaan konsumen.

Dehana Decoration membuat sendiri sebagian properti dekorasi, termasuk berbagai ornamen untuk kebutuhan wedding. Properti yang baru dibuat menjadi investasi awal yang pengembaliannya diperoleh setelah digunakan dalam beberapa pekerjaan.

Kebutuhan modal juga berkaitan dengan kapasitas usaha. Dalam satu musim ramai, Dehana Decoration dapat menerima sekitar lima pekerjaan. Jika pesanan datang dalam waktu berdekatan dengan jumlah lebih banyak, kapasitas tim menjadi pertimbangan karena setiap dekorasi membutuhkan waktu persiapan.

Untuk paket sekitar Rp10 juta, persiapannya dapat memerlukan waktu tiga sampai empat hari. Sementara dekorasi dengan nilai ratusan juta rupiah membutuhkan persiapan sekitar satu minggu atau lebih.

“Kalau satu musim yang paling enak lima. Kalau lebih dari itu kayaknya kewalahan,” kata Tangga.

Di tengah kebutuhan tersebut, Dehana Decoration mulai memanfaatkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Pembiayaan sekitar Rp25 juta yang diperoleh digunakan sebagai tambahan modal usaha.

Tangga berharap ke depan dapat memperoleh tambahan modal hingga di atas Rp50 juta untuk memperbanyak properti dekorasi. Kebutuhan pembiayaan bagi usaha dekorasi tidak hanya berkaitan dengan biaya operasional, tetapi juga pembangunan aset produktif yang dapat digunakan berulang kali untuk menghasilkan pendapatan.

Bisnis dekorasi wedding juga menghadapi tekanan dari biaya bahan baku. Dehana menggunakan berbagai bahan alami untuk dekorasi, seperti bunga segar, gemitir, busung/janur dan ambu. Kenaikan harga bahan turut memengaruhi biaya produksi.

Namun, Tangga mengatakan pihaknya tidak langsung menaikkan harga setiap kali terjadi kenaikan biaya bahan. Penyesuaian harga biasanya dilakukan sekitar enam bulan hingga satu tahun sekaligus dengan pembaruan paket dekorasi.

Pasar wedding lokal Bali juga memberikan ruang bagi pertumbuhan usaha. Dehana tidak hanya mengandalkan promosi melalui media sosial seperti Instagram, TikTok dan Facebook, tetapi juga mendapatkan pesanan dari rekomendasi pelanggan maupun jaringan pertemanan.

Perkembangan usaha dekorasi tersebut menunjukkan adanya peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal seiring perubahan kebutuhan dalam penyelenggaraan perkawinan. Sebagian pekerjaan teknis yang sebelumnya dikerjakan keluarga kini mulai dialihkan kepada vendor profesional.

Perubahan tersebut turut menciptakan permintaan terhadap jasa dekorasi, tenaga kerja, properti, dokumentasi, katering dan berbagai kebutuhan pesta lainnya.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan akses pembiayaan menjadi salah satu bagian penting dalam membantu pelaku usaha mikro dan kecil mengembangkan kapasitas bisnisnya.

“BRI terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya para pelaku usaha mikro dan kecil, melalui akses pembiayaan yang dapat mendukung pengembangan usaha. Kami berharap dukungan permodalan dan pendampingan yang diberikan dapat membantu pelaku usaha untuk terus bertumbuh, meningkatkan produktivitas, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Hery.

Bagi usaha seperti Dehana Decoration, kebutuhan permodalan menjadi semakin penting ketika peluang pasar tumbuh. Tambahan modal dapat digunakan untuk membuat properti baru, memperluas pilihan dekorasi dan meningkatkan kapasitas pekerjaan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/adv



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami