Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Amukan Zelensky Bikin Rusia Keteteran, Tarik Mundur Pasukan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pihak berwenang pro-Rusia pada Sabtu (22/10), mendesak penduduk di wilayah Kherson Selatan, untuk segera keluar dari kota setelah menghadapi serangkaian serangan balasan Kyiv.
Seruan itu datang ketika Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia telah meluncurkan 36 roket malam sebelumnya dalam serangan besar-besaran di Ukraina, menyusul serangan yang dilaporkan pada infrastruktur energi yang mengakibatkan pemadaman listrik di seluruh negeri.
Pasukan Kyiv telah maju di sepanjang tepi barat sungai Dnipro, menuju kota utama di wilayah Kherson. Dalam beberapa hari terakhir, Rusia memindahkan penduduk di wilayah itu, ke timur Rusia, dalam upaya yang dikecam Kyiv sebagai deportasi.
"Karena situasi tegang, meningkatnya bahaya penembakan massal kota dan ancaman serangan teroris, semua warga sipil harus segera meninggalkan kota dan menyeberang ke tepi kiri sungai Dnipro," kata pihak pro-Rusia melalui media sosial, dikutip dari AFP, Minggu (23/10/2022).
Seorang pejabat yang ditempatkan di Moskow Kherson, Kirill Stremousov, mengatakan kepada kantor berita Rusia Interfax pada hari Sabtu bahwa sekitar 25.000 orang telah menyeberang.
Sergiy Khlan, wakil kepala wilayah Kherson Ukraina, mengatakan bahwa Rusia sedang memindahkan properti dan dokumen dari bank dan kantor paspor saat mereka mundur.
Staf umum Ukraina mengatakan pasukan Moskow telah meninggalkan dua pemukiman lagi di Kherson dan sedang mengevakuasi personel medis dari sepertiga, menuduh mereka menjarah warga sipil setempat.
Sebelumnya, dua warga sipil Rusia dilaporkan tewas menyusul serangan di kota Belgorod, Rusia bagian selatan yang dekat dengan perbatasan Ukraina. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Belgorod Vyacheslav Gladkov.
"Ada dua orang tewas di antara warga sipil," kata Gladkov di media sosial seperti dikutip dari AFP.
Hal itu disampaikan menyusul penembakan di "infrastruktur sipil" di kota Shebekino, di mana hampir 15.000 orang dibiarkan tanpa listrik.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1980 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1601 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun