Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Korsel Tembus 40.000 Kasus per Hari, COVID-19 Kembali Mengkhawatirkan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Situasi COVID-19 di Korea Selatan kembali mengkhawatirkan setelah kasus baru pada Selasa (25/10) menembus angka lebih dari 40.000. Angka terakhir itu menunjukkan adanya peningkatan tajam setelah jumlah kasus mengalami penurunan bertahap dalam sepekan terakhir.
Otoritas setempat melaporkan 43.759 kasus baru COVID-19, termasuk 71 kasus impor, sehingga secara keseluruhan totalnya mencapai 25.355.350 kasus, menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korea (KDCA).
Angka pada Selasa itu lebih dari dua kali lipat dari 14.302 kasus yang dilaporkan sehari sebelumnya, sekaligus menjadi angka harian tertinggi dalam sepekan terakhir, di mana kasus harian berada di bawah angka 3.000, kecuali pada tanggal 18 Oktober.
Otoritas juga melaporkan 17 kematian COVID-19, sehingga totalnya menjadi 29.017 kematian dengan tingkat kematian sebesar 0,11 persen.
Jumlah pasien kritis mencapai 225, turun dari angka 226 pada hari sebelumnya.
Otoritas kesehatan telah memperingatkan adanya potensi "wabah kembar" COVID-19 dan flu musiman pada musim dingin tahun ini.
Mereka juga menekankan pentingnya vaksinasi bagi kaum lansia dan kelompok-kelompok rentan. [Antara/Yonhap/OANA]
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1977 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1600 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun