Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Ribuan Ikan Mati Mengapung Sepanjang Pantai Teluk Bima
BERITABALI.COM, NTB.
Usai fenomena ledakan alga pada awal tahun lalu terjadi di Teluk Bima, Nusa Tenggara Barat, pencemaran terulang lagi dengan matinya ribuan ikan di sepanjang tepian pantai.
Warga Kota Bima melaporkan banyak ikan yang mati tiba-tiba lalu mengapung di sepanjang tepian pantai. Tidak hanya ikan, juga terdapat kepiting-kepiting kecil yang juga mati dan terdampar di pasir.
Lokasi yang paling banyak terdapat ikan mati ini, berada di sepanjang tepian laut di Lingkungan Ni'u Kota Bima, tepatnya setelah Depo Pertamina. Sebelumnya, yakni pada Minggu (23/10), netizen juga dihebohkan dengan postingan kondisi laut di Pantai Lawata Kota Bima, yang kotor dan berbau.
Video tersebut diunggah oleh akun Tafi M Taufikurahman, yang memperlihatkan pesisir pantai Lawata dipenuhi sampah, lendir berwarna hitam dan dideskripsikan ada bau yang menyengat.
Pada kolom komentar, juga ada warga yang membenarkan postingan tersebut. Terutama bau yang menyengat, membuat pengendara yang melewati harus memacu dengan cepat agar tidak lama-lama mencium bau tersebut.
Iksan, warga setempat mengaku, seusai mengantar anaknya ke sekolah, dia melewati jalur tersebut dan mencium bau yang aneh. Penasaran, Iksan turun dari kendaraannya dan melihat situasi di perairan.
"Ternyata ada banyak ikan yang sudah mati. Mungkin jumlahnya ratusan atau ribuan, karena sepanjang pesisir ini semuanya dipenuhi ikan mati," ungkapnya.
Iksan mengaku, di tempat tersebut dirinya sering memancing pagi atau sore hari. Namun baru hari ini, melihat adanya ikan-ikan yang mati.
"Sama kayak dulu, yang ada busa-busa itu. Tapi ini agak sedikit lebih menyengat baunya," tandasnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanlut) Kota Bima, H Syarafuddin mengaku telah mendapatkan informasi ikan-ikan yang mati tersebut.
"Iya, tadi sudah koordinasi dengan anggota di kantor," ujarnya, Selasa (25/10), dikutip tribun lombok.
Ia juga mengaku, telah meminta bawahannya untuk mengambil sampel ikan-ikan yang mati tersebut untuk diteliti. Namun tegasnya, penelitian sampel bukan dilakukan di Bima tapi di provinsi.
"Pasti dibawa ke provinsi, karena di sana yang berwenang," tandas mantan Kalak BPBD ini.
Syarafuddin belum bisa memastikan atau menduga, apakah kejadian ikan-ikan yang mati ini sama dengan fenomena ledakan alga seperti pada awal tahun lalu atau tidak. Namun pihaknya tetap mewaspadai, gejala apapun yang terlihat dan melaporkannya.
"Kita ndak tahu ya sama atau tidak dengan sebelumnya. Kan tidak ada busa-busa itu. Saya cek lagi nanti ke bawahan," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3905 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3049 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2085 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2046 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1824 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun