Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Ribuan Ikan Mati Mengapung Sepanjang Pantai Teluk Bima
BERITABALI.COM, NTB.
Usai fenomena ledakan alga pada awal tahun lalu terjadi di Teluk Bima, Nusa Tenggara Barat, pencemaran terulang lagi dengan matinya ribuan ikan di sepanjang tepian pantai.
Warga Kota Bima melaporkan banyak ikan yang mati tiba-tiba lalu mengapung di sepanjang tepian pantai. Tidak hanya ikan, juga terdapat kepiting-kepiting kecil yang juga mati dan terdampar di pasir.
Lokasi yang paling banyak terdapat ikan mati ini, berada di sepanjang tepian laut di Lingkungan Ni'u Kota Bima, tepatnya setelah Depo Pertamina. Sebelumnya, yakni pada Minggu (23/10), netizen juga dihebohkan dengan postingan kondisi laut di Pantai Lawata Kota Bima, yang kotor dan berbau.
Video tersebut diunggah oleh akun Tafi M Taufikurahman, yang memperlihatkan pesisir pantai Lawata dipenuhi sampah, lendir berwarna hitam dan dideskripsikan ada bau yang menyengat.
Pada kolom komentar, juga ada warga yang membenarkan postingan tersebut. Terutama bau yang menyengat, membuat pengendara yang melewati harus memacu dengan cepat agar tidak lama-lama mencium bau tersebut.
Iksan, warga setempat mengaku, seusai mengantar anaknya ke sekolah, dia melewati jalur tersebut dan mencium bau yang aneh. Penasaran, Iksan turun dari kendaraannya dan melihat situasi di perairan.
"Ternyata ada banyak ikan yang sudah mati. Mungkin jumlahnya ratusan atau ribuan, karena sepanjang pesisir ini semuanya dipenuhi ikan mati," ungkapnya.
Iksan mengaku, di tempat tersebut dirinya sering memancing pagi atau sore hari. Namun baru hari ini, melihat adanya ikan-ikan yang mati.
"Sama kayak dulu, yang ada busa-busa itu. Tapi ini agak sedikit lebih menyengat baunya," tandasnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanlut) Kota Bima, H Syarafuddin mengaku telah mendapatkan informasi ikan-ikan yang mati tersebut.
"Iya, tadi sudah koordinasi dengan anggota di kantor," ujarnya, Selasa (25/10), dikutip tribun lombok.
Ia juga mengaku, telah meminta bawahannya untuk mengambil sampel ikan-ikan yang mati tersebut untuk diteliti. Namun tegasnya, penelitian sampel bukan dilakukan di Bima tapi di provinsi.
"Pasti dibawa ke provinsi, karena di sana yang berwenang," tandas mantan Kalak BPBD ini.
Syarafuddin belum bisa memastikan atau menduga, apakah kejadian ikan-ikan yang mati ini sama dengan fenomena ledakan alga seperti pada awal tahun lalu atau tidak. Namun pihaknya tetap mewaspadai, gejala apapun yang terlihat dan melaporkannya.
"Kita ndak tahu ya sama atau tidak dengan sebelumnya. Kan tidak ada busa-busa itu. Saya cek lagi nanti ke bawahan," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 615 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 588 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 439 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 428 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik