Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Putin Mulai Awasi Langsung Latihan Pasukan Nuklir
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (26/10/2022) mengawasi pelatihan pasukan pencegahan strategis Moskow, pasukan yang bertanggung jawab untuk menanggapi ancaman perang nuklir.
"Di bawah kepemimpinan Vladimir Putin, sesi pelatihan diadakan dengan pasukan pencegahan strategis darat, laut, dan udara, di mana peluncuran praktis rudal balistik dan jelajah berlangsung," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP.
Televisi pemerintah menunjukkan Putin mengawasi latihan dari ruang kontrol.
Latihan tersebut termasuk peluncuran rudal uji dari semenanjung Kamchatka di Timur Jauh Rusia dan dari perairan Laut Barents di Kutub Utara. Latihan itu juga melibatkan pesawat jarak jauh Tu-95.
"Tugas-tugas yang dibayangkan selama pelatihan pasukan pencegahan strategis telah diselesaikan secara penuh, semua rudal mencapai target mereka," kata Kremlin.
Pasukan "strategis" Rusia dimaksudkan untuk menanggapi ancaman nuklir.
Mereka dilengkapi dengan rudal balistik antarbenua serta pembom strategis jarak jauh, kapal selam, kapal permukaan dan penerbangan angkatan laut.
Latihan itu dilakukan di tengah serangan lanjutan Rusia di Ukraina dan setelah Moskow berulang kali mengancam akan menggunakan senjata nuklir.
Sebelumnya, Putin telah mendesak para pejabatnya untuk memotong birokrasi agar pasukannya di Ukraina mendapatkan senjata dan pasokan yang cukup. Desakan muncul saat Rusia menghadapi penundaan produksi militer dan peningkatan kerugian di medan perang.
Kekurangan pasokan militer Rusia dalam perang dengan Ukraina selama delapan bulan terakhir telah begitu terasa sehingga Putin harus membuat struktur untuk mencoba mengatasinya.
Pada Selasa (25/10/2022), Putin mengetuai komite baru yang dirancang untuk mempercepat produksi dan pengiriman senjata serta pasokan untuk pasukan Rusia. Ia menekankan perlunya mendapatkan tempo yang lebih tinggi di semua bidang.
Laporan lain menunjukkan bahwa pasukan Rusia makin dipaksa untuk menggunakan peralatan lama, yang terkadang tidak dapat diandalkan. Beberapa pasukan yang baru dimobilisasi juga telah dilarikan ke garis depan dalam perang dengan sedikit pelatihan.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1977 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1600 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun