Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 28 September 2026
Putin Mulai Awasi Langsung Latihan Pasukan Nuklir
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (26/10/2022) mengawasi pelatihan pasukan pencegahan strategis Moskow, pasukan yang bertanggung jawab untuk menanggapi ancaman perang nuklir.
"Di bawah kepemimpinan Vladimir Putin, sesi pelatihan diadakan dengan pasukan pencegahan strategis darat, laut, dan udara, di mana peluncuran praktis rudal balistik dan jelajah berlangsung," kata Kremlin dalam sebuah pernyataan, dikutip AFP.
Televisi pemerintah menunjukkan Putin mengawasi latihan dari ruang kontrol.
Latihan tersebut termasuk peluncuran rudal uji dari semenanjung Kamchatka di Timur Jauh Rusia dan dari perairan Laut Barents di Kutub Utara. Latihan itu juga melibatkan pesawat jarak jauh Tu-95.
"Tugas-tugas yang dibayangkan selama pelatihan pasukan pencegahan strategis telah diselesaikan secara penuh, semua rudal mencapai target mereka," kata Kremlin.
Pasukan "strategis" Rusia dimaksudkan untuk menanggapi ancaman nuklir.
Mereka dilengkapi dengan rudal balistik antarbenua serta pembom strategis jarak jauh, kapal selam, kapal permukaan dan penerbangan angkatan laut.
Latihan itu dilakukan di tengah serangan lanjutan Rusia di Ukraina dan setelah Moskow berulang kali mengancam akan menggunakan senjata nuklir.
Sebelumnya, Putin telah mendesak para pejabatnya untuk memotong birokrasi agar pasukannya di Ukraina mendapatkan senjata dan pasokan yang cukup. Desakan muncul saat Rusia menghadapi penundaan produksi militer dan peningkatan kerugian di medan perang.
Kekurangan pasokan militer Rusia dalam perang dengan Ukraina selama delapan bulan terakhir telah begitu terasa sehingga Putin harus membuat struktur untuk mencoba mengatasinya.
Pada Selasa (25/10/2022), Putin mengetuai komite baru yang dirancang untuk mempercepat produksi dan pengiriman senjata serta pasokan untuk pasukan Rusia. Ia menekankan perlunya mendapatkan tempo yang lebih tinggi di semua bidang.
Laporan lain menunjukkan bahwa pasukan Rusia makin dipaksa untuk menggunakan peralatan lama, yang terkadang tidak dapat diandalkan. Beberapa pasukan yang baru dimobilisasi juga telah dilarikan ke garis depan dalam perang dengan sedikit pelatihan.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8508 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5854 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3670 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2501 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar