Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
AS: Cina Ingin Rebut Taiwan Dalam Waktu Dekat
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat mengklaim Cina telah melanggar status quo soal Taiwan dan berniat ingin buru-buru merealisasikan reunifikasi dengan wilayah itu. Status quo yang dimaksud adalah soal relasi AS dan Taiwan.
Selama ini, AS memegang teguh prinsip satu Cina dengan mengakui Beijing tetapi tetap menjaga hubungan dekat dengan Taiwan. AS juga telah lama menjadi pemasok senjata dan bantuan keamanan bagi Taiwan dalam pertahanan.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, mengatakan status quo tersebut telah membantu memastikan tak akan ada konflik antara AS dan Cina soal Taiwan. Tetapi, belakangan Cina semakin melupakan status quo tersebut.
"Apa yang berubah adalah keputusan pemerintahan di Beijing yang menganggap status quo tak bisa diterima lagi," Kata Blinken pada Rabu (26/10) seperti dikutip AFP.
Ia kemudian berujar, "Bahwa mereka (Cina) ingin mempercepat proses yang mana mereka akan mengejar reunifikasi."
Menurut Blinken, Cina telah melakukan pemaksaan dan mempersulit hidup Taiwan melalui berbagai cara.
"Harapannya akan mempercepat reunifikasi, tetapi juga menahan kemungkinan, jika itu berhasil, menggunakan kekuatan untuk mencapai tujuan mereka," ujar Blinken lagi.
Lebih lanjut, diplomat top AS itu mengatakan status quo juga memungkinkan Taiwan lebih berkembang.
Meski tidak diakui sebagai negara berdaulat, selama ini Taiwan telah menjadi salah satu kekuatan ekonomi global yang dominan terutama sebagai produsen pembuatan chip dan material semikonduktor canggih untuk mobil hingga peralatan elektronik.
"Jika itu karena alasan apa pun terganggu, itu akan memiliki konsekuensi yang sangat signifikan bagi ekonomi global," ucap Blinken lagi.
Ia lalu menegaskan, Tekanan terhadap Taiwan harus menjadi perhatian bersama bukan cuma AS, tetapi seluruh dunia.
Taiwan beberapa tahun terakhir semakin gigih menunjukkan keinginan mereka untuk melepaskan diri dari Cina. Namun, Beijing selalu menghalangi cita-cita Taipei itu dan mengklaim pulau itu bagian dari wilayahnya.
China bahkan bersumpah akan menggunakan cara apapun, bila perlu dengan militer, untuk mempertahankan Taiwan.
Taiwan juga kerap menjadi isu perselisihan antara AS dan Cina. AS secara diplomasi menjunjung prinsip Satu Cina, mengakui Beijing sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah.
Namun, mereka memiliki Undang-Undang Relasi Taiwan (RTA).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4515 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2330 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1977 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1600 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun