Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Ekonomi Indonesia Terbesar Ketujuh Dunia, Salip Inggris
BERITABALI.COM, NASIONAL.
IMF mencatat produk domestik bruto Indonesia berdasarkan perhitungan paritas daya beli mencapai US$ 4,02 triliun, melampaui Brasil, Inggris, dan Prancis.
IMF mencatat ekonomi Indonesia persis berada di bawah Rusia Dana Moneter Internasional atau IMF mencatat, Indonesia masuk dalam kelompok 10 negara dengan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) terbesar di dunia. Indonesia berada di posisi ketujuh, menyalip Brasil, Inggris, dan Prancis.
Mengutip World Economic Outlook IMF edisi Oktober, PDB Indonesi mencapai US$ 4,02 triliun berdasarkan pendekatan Purchasing Power Parity (PPP) atau paritas daya beli. PPP adalah perbandingan nilai suatu mata uang ditentukan oleh daya beli uang tersebut terhadap barang dan jasa di masing-masing negara.
Posisi Indonesia mengalahkan Brasil, Inggris, dan Prancis yang perekonomiannya mencapai US$3,78 triliun, US$3,77 triliun, dan US$3,68. Indonesia persis berada dibelakang Rusia dengan ekonomi mencapai US$ 4,46 triliun.
Adapun Cina menempati posisi pertama dengan PDB mencapai US$ 30,07 triliun, disusul Amerika Serikat (AS) US$ 25,03 triliun, India US$ 11,66 triliun, Jepang US$ 6,11 triliun, dan Jerman US$ 5,3 triliun. IMF melihat kinerja ekonomi Indonesia masih cukup menjanjikan di tengah perkiraan perlambatan ekonomi global.
"Indonesia tetap menjadi sebuah titik yang terang di tengah ekonomi dunia yang memburuk," tulis Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam unggahan di akun instagram pribadinya @kristalina.georgieva, Senin (10/10).
The top 5 reef-safe sunscreens for 2022 Lembaga ini memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan mencapai 5,3% dan melambat menjadi 5% pada tahun depan. Proyeksi pertumbuhan ini masih lebih baik dibandingkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun depan yang dipangkas dari 2,9% menjadi 2,7%.
Menurut IMF, prospek ekonomi Indonesia juga lebih baik dibandingkan Malaysia yang diperkirakan tumbuh 4,4%, Thailand 3,7%, Singapura 2,3%, dan Filipina 5%. Hanya Vietnam dan kamboja yang diperkirakan tumbuh lebih tinggi masing-masing mencapai 6,2%.
Menurut IMF, ada tiga masalah utama yang menjadi penghambat ekonomi tahun depan. Pertama, inflasi yang terus-menerus naik dan meluas yang menyebabkan krisis biaya hidup. Kedua, invasi Rusia ke Ukraina dan krisis energi terkait.
Ketiga, perlambatan ekonomi di Cina. Lembaga multilateral ini juga melihat sepertiga ekonomi dunia yang terdiri dari 31 negara akan mengalami kontraksi ekonomi secara berturut-turut. Kondisi tersebut didefinisikan oleh sebagian besar ekonom dan negara sebagai resesi ekonomi. (Sumber: Katadata.co.id)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3862 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang