Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Kremlin Membuat Impian Eropa Menjadi Kelam
BERITABALI.COM, DUNIA.
Rusia memberi sinyal bahwa Eropa akan mengalami krisis energi dalam jangka waktu yang lama. Hal ini karena sikap Eropa yang mulai menolak sumber energi Rusia akibat langkah Moskow menyerang Ukraina.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan, dengan situasi ini, Amerika Serikat (AS) akan menciptakan uang yang banyak sebagai pengganti Rusia yang menjadi eksportir energi ke Eropa. Hal ini, menurutnya, akan mendegradasi industri Benua Biru.
"Dan orang Eropa membayar mereka, dengan demikian menghilangkan daya saing ekonomi mereka. Produksi runtuh. Deindustrialisasi akan datang. Semua ini akan memiliki konsekuensi yang sangat, sangat menyedihkan bagi benua Eropa selama mungkin, setidaknya, 10-20 tahun ke depan," kata Peskov mengutip Russia Today, diberitakan (30/10/2022).
Peskov menekankan bahwa di masa lalu, hubungan Eropa dan Rusia memiliki unsur timbal balik yang seimbang dan menguntungkan. Namun kali ini Eropa seakan-akan terus menjauh dari Moskow dan akhirnya menghasilkan situasi krisis seperti saat ini.
"Amerika menjual gas dengan harga 'tiga atau bahkan empat' kali lebih tinggi dari gas Rusia. Orang Eropa membuat ekonomi mereka kurang kompetitif karena mereka membayar uang tersebut kepada pemasok AS," tambah Peskov.
Harga gas di Eropa melonjak awal tahun ini setelah Rusia meluncurkan serangan militer di Ukraina pada akhir Februari. Setelah Uni Eropa dan negara-negara Barat, di luar blok tersebut, memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Moskow, harga gas mencapai rekor tertinggi, yang menyebabkan inflasi tinggi yang meluas di benua itu.
Awal pekan ini, Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo memperingatkan bahwa benua itu mungkin akan segera menghadapi pengurangan signifikan dalam aktivitas industri dan kerusuhan sosial jika tidak ada yang dilakukan untuk menurunkan harga energi.
Di sisi lain, AS sekarang mengirimkan lebih banyak gas alam ke UE daripada Rusia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Namun dengan harga yang lebih mahal.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4513 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2329 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1974 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1600 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun