Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Rusia Jadikan Satelit AS Sasaran Tembak, Belarusia Terlibat
BERITABALI.COM, DUNIA.
Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung. Tensi antara kedua belah pihak makin memanas, apalagi Rusia telah memperingatkan akan menembak jatuh satelit-satelit komersial milik negara Barat, terutama Amerika Serikat, jika terbukti turut berperan dalam perang Ukraina.
Tidak hanya itu, tentara Rusia dari Belarusia juga diyakini akan ikut menyerang Ukraina. Minsk selama ini menjadi sekutu dekat Rusia dan menjadi pangkalan militer tentara Presiden Vladimir Putin.
Mengutip CNBC Internasional, kemungkinan serangan disampaikan wakil kepala operasi staf umum Kyiv, Oleksii Hromov. Pemerintah Presiden Volodymyr Zelensky disebut sudah mempersiapkan pasukan untuk kemungkinan serangan itu.
Peningkatan jumlah pasukan Ukraina juga dilakukan, khususnya dari utara negara, yang dekat ke perbatasan Belarusia. Saat ini, pembentukan pasukan penyerang di Belarusia tidak dapat diamati.
"Namun ada dan akan ada ancaman. (Karenanya) kami bereaksi. Kami telah meningkatkan pasukan kami ke arah utara," katanya, dikutip Minggu (30/10/2022).
Sebenarnya, kemungkinan keterlibatan Belarusia sudah disampaikan sejumlah pakar Rusia. Salah satunya, pengamat Royal United Services Institute yang berbasis di London, Natia Seskuria.
Awal Oktober lalu, Ia mengatakan Putin sangat mungkin memaksa Belarusia ikut mendukungnya dalam perang. Terlebih sejak serangan balik Ukraina yang membuat pilihan Kremlin menjadi terbatas.
"Meskipun Lukashenko (Presiden Belarusia) berusaha untuk menghindari keterlibatan langsung dalam perang, ia mungkin terseret ke dalam konflik di bawah tekanan Putin," katanya.
"Tindakan Kremlin yang mulai membentuk kekuatan regional, menunjukkan seberapa khawatirnya mereka dengan peningkatan Kyiv. Sehingga menarik Belarusia adalah opsi yang tersedia," tambahnya.
Terkait satelit, Rusia mengancam akan menarget satelit komersial Amerika Serikat (AS), termasuk sekutu, jika negeri Presiden Joe Biden itu terlibat dalam perang Ukraina. Ini menjadi ancaman baru pascapembicaraan menteri pertahanan kedua negara dan pemberitahuan Rusia ke AS soal latihan perang nuklir, Grom.
"Infrastruktur kuasi-sipil mungkin menjadi target yang sah untuk serangan balasan," kata Wakil Direktur Departemen Non-Proliferasi dan Pengendalian Senjata Kementerian Luar Negeri Rusia, Konstantin Vorontsov dimuat oleh kantor berita negara Tass.
"Kita berbicara tentang keterlibatan komponen infrastruktur luar angkasa sipil, termasuk komersial, oleh AS dan sekutunya dalam konflik bersenjata," tegasnya.
AS sendiri memang menghindari terlibat langsung dalam konflik. Namun bersama negara NATO, Washington telah menjadi pendukung utama persenjataan Ukraina melawan Rusia.
Pekan lalu, Biden berjanji akan memberi Kyiv bantuan keamanan baru senilai US$ 625 juta. Termasuk peluncur HIMARS atau Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi.
"Washington tidak akan pernah mengakui pencaplokan Rusia atas wilayah Ukraina," ujar Gedung Putih.
"AS berjanji untuk terus mendukung Ukraina karena mempertahankan diri dari agresi Rusia selama yang diperlukan," katanya lagi.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8517 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5861 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3679 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2509 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar