Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Tingkatkan Situasi Kondusif, Desa Pemecutan Klod Data Penduduk Non Permanen
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Guna meningkatkan keamanan dan mewujudkan situasi tertib serta kondusif, Desa Pemecutan Klod Denpasar Barat, pada Senin (1/11) malam mengadakan pendataan penduduk non permanen di wilayahnya yang menyasar rumah dan kost di seputar area Banjar Buagan.
Ketika dikonfirmasi, Perbekel Pemecutan Klod, I Wayan Tantra mengatakan selain meningkatkan ketertiban, upaya pendataan ini juga dalam rangka persiapan menghadapi event besar G20.
"Kami mendatangi rumah kost yang biasa ditempati penduduk non permanen. Hasil pendataan terdapat 7 orang yang ber KTP dari luar Denpasar, tetapi tidak ditemukan pelanggaran," jelasnya.
I Wayan Tantra menuturkan, banyak rumah kosong akibat banjir beberapa waktu lalu, karena para penghuninya pindah atau pulang kampung.
"Para petugas yang kami turunkan ke lapangan, kami tugaskan juga untuk menghimbau kepada warga agar bersama menjaga lingkungan dan ketertiban, khususnya menjelang event G20 ini. Kami mengajak kepada masyarakat yang tinggal di Wilayah Desa Pemecutan Kelod agar ikut menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan," ajak Wayan Tantra. Kegiatan serupa kemarin juga dilaksanakan oleh Desa Dangin Puri Kangin.
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4577 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2379 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2036 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1641 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1080 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun