Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Pasukan AS Resmi Masuk ke Ukraina, Siap Gempur Rusia?
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah masuk wilayah Ukraina. Disebutkan, tentara AS itu akan membantu Kyiv melacak senjata dan peralatan bernilai miliaran dolar yang sebelumnya dikirim Washington.
Baca juga:
Ini Ramalan Baba Vanga Soal Perang Dunia III
Laporan tersebut pertama kali dimuat media NBC, mengutip seorang pejabat senior kementerian pertahanan dan militer. Atase pertahanan AS untuk Ukraina, Brigadir Jenderal Garrick Harmon, memimpin inspeksi dengan bantuan kedutaan besar di sana.
Adapun, pemeriksaan serupa sebenarnya telah dilakukan AS terhadap bantuannya sebelum perang. Namun selama berbulan-bulan hal itu terhenti akibat serangan Rusia.
"Ada beberapa inspeksi," menurut pejabat senior pertahanan, dikutip Sabtu (5/11/2022).
Meski begitu, belum diketahui seberapa banyak anggota militer AS yang terjun ke Ukraina. Hanya saja, mereka diyakini merupakan pasukan yang dikirim 14 Februari ke Ukraina, 10 hari sebelum invasi Rusia.
Media yang sama juga mengungkap kehadiran tentara AS tak lepas dari klaim partai oposisi pemerintah, Republik. Para senatornya menyebut ada laporan senjata AS berakhir di pasar gelap.
Baca juga:
Iran Akui Pasok Drone ke Rusia
Hal ini kemudian dibalas Presiden AS Joe Biden dengan memerintahkan Pentagon untuk mengawasi lebih dekat bantuan yang telah dikirimnya.
"AS belum melihat bukti senjata dialihkan ke pasar gelap atau digunakan untuk apa pun selain tujuan aslinya," tambah pejabat pertahanan itu lagi.
"Tetapi Pentagon dan Departemen Luar Negeri tetap menyadari risiko tersebut dan mengambil upaya untuk mencegahnya," ujarnya.
Muncul pula beberapa kekhawatiran bahwa senjata itu akan jatuh ke tangan Rusia. Karenanya militer AS diharapkan bisa bertindak cepat.
"Rusia mungkin juga akan menggunakan senjata ini untuk mengembangkan tindakan balasan, propaganda, atau untuk melakukan operasi bendera palsu," katanya mengutip dokumen Departemen Luar Negeri.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8517 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5861 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3679 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2509 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar