Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Pasukan AS Resmi Masuk ke Ukraina, Siap Gempur Rusia?
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pasukan Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah masuk wilayah Ukraina. Disebutkan, tentara AS itu akan membantu Kyiv melacak senjata dan peralatan bernilai miliaran dolar yang sebelumnya dikirim Washington.
Baca juga:
Ini Ramalan Baba Vanga Soal Perang Dunia III
Laporan tersebut pertama kali dimuat media NBC, mengutip seorang pejabat senior kementerian pertahanan dan militer. Atase pertahanan AS untuk Ukraina, Brigadir Jenderal Garrick Harmon, memimpin inspeksi dengan bantuan kedutaan besar di sana.
Adapun, pemeriksaan serupa sebenarnya telah dilakukan AS terhadap bantuannya sebelum perang. Namun selama berbulan-bulan hal itu terhenti akibat serangan Rusia.
"Ada beberapa inspeksi," menurut pejabat senior pertahanan, dikutip Sabtu (5/11/2022).
Meski begitu, belum diketahui seberapa banyak anggota militer AS yang terjun ke Ukraina. Hanya saja, mereka diyakini merupakan pasukan yang dikirim 14 Februari ke Ukraina, 10 hari sebelum invasi Rusia.
Media yang sama juga mengungkap kehadiran tentara AS tak lepas dari klaim partai oposisi pemerintah, Republik. Para senatornya menyebut ada laporan senjata AS berakhir di pasar gelap.
Baca juga:
Iran Akui Pasok Drone ke Rusia
Hal ini kemudian dibalas Presiden AS Joe Biden dengan memerintahkan Pentagon untuk mengawasi lebih dekat bantuan yang telah dikirimnya.
"AS belum melihat bukti senjata dialihkan ke pasar gelap atau digunakan untuk apa pun selain tujuan aslinya," tambah pejabat pertahanan itu lagi.
"Tetapi Pentagon dan Departemen Luar Negeri tetap menyadari risiko tersebut dan mengambil upaya untuk mencegahnya," ujarnya.
Muncul pula beberapa kekhawatiran bahwa senjata itu akan jatuh ke tangan Rusia. Karenanya militer AS diharapkan bisa bertindak cepat.
"Rusia mungkin juga akan menggunakan senjata ini untuk mengembangkan tindakan balasan, propaganda, atau untuk melakukan operasi bendera palsu," katanya mengutip dokumen Departemen Luar Negeri.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4512 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2328 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1973 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1597 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1041 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun