Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Panglima TNI Sebut Sudah Koordinasi dengan Secret Service Rusia
Pengamanan G20
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan untuk pengamanan delegasi dan kepala negara, TNI sudah berkoordinasi dengan negara-negara anggota termasuk "Secret Service" Rusia.
"Kalau kedatangan saya belum tahu. Kan pemerintah melalui Menteri Luar Negeri sudah mengumumkan, tetapi kalau 'Secret Service' Rusia sudah berkomunikasi dengan kami dan kita sudah akomodasi sejauh mungkin sehingga harapan kita adalah tim mereka sudah merasa 'save' karena apa yang dibutuhkan di sini disiapkan," kata Andika Perkasa saat mengikuti Apel Gelar Pasukan Pengamanan Presidensi G20 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Senin.
Yang pasti, kata Andika Perkasa, pihaknya siap untuk mengamankan semua kepala negara dan delegasi yang akan mengikuti puncak perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Nusa Dua, Badung, Bali.
"Bahwa kepala negara hadir, baik yang sudah konfirmasi maupun belum, pokoknya kita ingin memastikan keberadaan mereka di sini senyaman dan seaman mungkin karena kita ingin fokus penyelenggaraan G20 ini benar-benar bisa dilakukan dengan sukses oleh pemerintah," kata Andika Perkasa.
Namun yang ia tekankan adalah memastikan bahwa kerja sama intelijen militer dengan negara-negara tetangga berjalan baik untuk mengamankan perhelatan puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 15-16 November 2022.
"Saya menggunakan cara kerja yang sama pada saat latihan Super Garuda Shield. Jadi, TNI bekerja sama dengan intelijen militer dari negara-negara tetangga," kata Andika Perkasa saat mengikuti Apel Gelar Pasukan Pengamanan Presidensi G20 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Senin.
Kerja sama tersebut, kata dia, yang kemudian membuat pihaknya lebih teliti untuk mendeteksi tentang potensi-potensi gangguan atau rencana-rencana tertentu. Ia mengakui bahwa ada serangan siber yang mencoba mengganggu keamanan sistem pertahanan bangsa Indonesia.
"Sejauh ini secara umum, selain "cyber" kelihatannya belum ada yang signifikan. Tapi, kalau "cyber" memang harus saya akui ada. Itu dari saya," kata dia.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya mengaku telah berbicara dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Negara (BIN), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
"'Cyber' ini saya tidak (akan jelaskan) detailnya, tetapi yang jelas kita bersama BSNN bersama BIN dan Polri sudah berkali-kali untuk mencoba melakukan simulasi dan kebetulan ada gangguan yang real atau beneran, tetapi itu justru membuat kami lebih matang sebenarnya," kata dia.
Andika Perkasa menyatakan serangan-serangan membuat pihaknya memberikan respons di mana respons itu sebetulnya malah membuat TNI-Polri lebih siap untuk menghadapi serangan serupa.
Meskipun demikian, dirinya tetap menghimbau semua masyarakat Indonesia yang mempunyai "skill" dan kemampuan kemudian melihat adanya percobaan-percobaan gangguan terhadap jaringan cyber untuk mendukung posisi TNI-Polri. (sumber: liputan6.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4577 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2381 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2036 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1641 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1081 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun