Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Tak Peduli Sanksi, Perusahaan Cina Mau Borong Minyak Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perusahaan minyak Cina telah meminta bantuan pemerintah untuk menjaga impor minyak mentah Rusia tetap mengalir. Hal ini terjadi pascakeputusan Uni Eropa (UE) untuk menjatuhkan embargo pada pasokan bahan bakar Moskow mulai bulan depan.
Mengutip laporan Russia Today, beberapa sumber mengatakan kepada Bloomberg bahwa penyuling khawatir tentang kemampuan mereka untuk menyelesaikan saluran pembayaran, logistik, dan asuransi yang diperlukan untuk terus membeli dari Rusia setelah 5 Desember.
Beberapa solusi yang dilaporkan termasuk meningkatkan volume minyak Rusia yang diangkut melalui pipa, mendirikan bank yang ditunjuk untuk menangani pembayaran dan penghubung dengan Moskow, dan penggunaan lebih banyak transfer ke luar laut untuk membantu tantangan pengiriman langsung. antara penjual dan pembeli.
Kekhawatiran telah berkembang karena UE akan melarang pembiayaan, asuransi, dan pengiriman minyak mentah Rusia dalam tiga minggu. Keran larangan akan dibuka bila persyaratan pembebasan dipenuhi.
"Importir Asia sedang mencari solusi yang tidak melibatkan bank, klub asuransi, dan pemilik kapal dari blok tersebut," kata laporan itu, Kamis (17/11/2022).
"Tidak jelas apakah salah satu dari opsi ini akan diluncurkan," catat sumber itu.
Data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan bahwa Moskow mengirimkan 2,9 juta barel minyak mentah setiap hari dalam tujuh hari hingga 11 November.
Volume minyak mentah Rusia yang menuju ke Asia dilaporkan mencapai 2,01 juta barel per hari dengan basis rata-rata bergulir empat minggu, dengan Cina dan India sebagai pembeli dalam jumlah besar.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden baru-baru ini menekankan pentingnya menjaga aliran minyak Rusia untuk mencegah guncangan pasokan yang akan membuat harga melonjak.
Senada, Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada pekan ini bahwa impor minyak Rusia dari Cina dan India sejalan dengan tujuan negaranya. Yellen juga mendukung gagasan batas harga minyak yang akan membebaskan pengiriman dari sanksi Eropa.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2203 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2074 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1542 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1422 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli