Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
19 Perempuan Dijual Jadi PSK, Empat Anak di Bawah Umur
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebanyak 19 perempuan, empat di antaranya anak-anak, menjadi korban dugaan perdagangan manusia, di Gempol, Pasuruan, Jawa Timur. Mereka pun dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK).
"Total korban 19 perempuan. Teridiri dewasa sebanyak 15 orang dan empat anak," kata Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Hendra Eko Triyulianto, Sabtu (19/11).
"Ada anak di bawah umur dipekerjakan sebagai PSK dan disekap di ruko di wilayah Gempol Kabupaten Pasuruan," ujarnya menambahkan.
Hendra menyebut pihaknya langsung mendatangi ruko yang digunakan menjadi warkop itu. Mereka kemudian mendapati delapan perempuan, tiga di antaranya anak di bawah umur dipekerjakan sebagai PSK.
"Dari hasil interogasi delapan perempuan dan anak itu oleh dua orang pelaku dipekerjakan di warkop dan dijual sebagai PSK, dengan harga antara Rp500 ribu sampai Rp800 ribu," ujarnya.
Menurut Hendra, pelaku menyekap para korban perempuan dan anak-anak itu. Setiap harinya mereka dilarang menggunakan alat komunikasi, tak boleh keluar ruko, kecuali saat melayani tamu.
"Para perempuan dan anak tersebut di ruko sehari-harinya tidak boleh keluar, hp (handphone) disita, bisa keluar hanya khusus untuk melayani tamu sebagai PSK di Tretes, Kabupaten Pasuruan," katanya.
Usai mendatangi TKP pertama, kata Hendra, penyidik kemudian melakukan pengembangan di lokasi lain, yakni di sebuah perumahan di wilayah Prigen, Pasuruan, yang berfungsi sebagai wisma.
Polisi kemudian berhasil mengamankan dua orang muncikari. Ada juga korban yang terdiri dari 11 perempuan dan 1 orang anak di bawah umur.
Jumlah pelaku yang terlibat dalam tindak perdagangan orang ini antara lain DGP (29) dan RNA (30) sebagai muncukari dan pemilik warkop, kemudian A (42) sebagai penjaga ruko, CEA (26) kasir warkop, dan AS (31) kasir di wisma.
"Pelaku mendapatkan hasil Rp300 ribu sampai dengan Rp500 dari eksploitasi korban," katanya.
Dari penangkapan ini, polisi menyita uang sebesar Rp2.283.000 dari muncikari DGP, dua buku tamu, uang Rp450 dari RNA, dan tiga kondom belum dipakai. Saat ini, para pelaku dan belasan korban itu dibawa ke Polda Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 2 jo Pasal 17, dan Pasal 10 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 2 ayat (1) huruf r Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 266 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 208 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 201 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 185 Kali
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 172 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar