Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Presiden FIFA Bela Qatar: Tak Minum Bir Tiga Jam Akan Tetap Hidup
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengeluarkan pembelaan terhadap Qatar yang mengambil keputusan untuk melarang penjualan bir di dalam dua luar stadion saat pertandingan Piala Dunia 2022. Dalam sebuah konferensi pers dadakan Sabtu (19/11), Infantino memberi pernyataan untuk merespons sejumlah kontroversi yang muncul sebelum Piala Dunia 2022 dibuka hari ini, Minggu (20/11).
Salah satu pembelaan yang diungkap Infantino adalah keputusan FIFA untuk melarang penjualan bir di dalam dan luar stadion tiga jam sebelum dan satu jam setelah pertandingan Piala Dunia 2022. Sebelumnya larangan hanya ada di dalam stadion.
"Setiap keputusan yang kami ambil di Piala Dunia ini adalah keputusan bersama antara Qatar dan FIFA. Saya pikir secara pribadi jika selama tiga jam dalam sehari, Anda tidak bisa minum bir, Anda akan bertahan," ujar Infantino dikutip dari Daily Metro.
Infantino kemudian mengkritik negara-negara Eropa yang memberi kritikan keras terhadap Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, terkait LGBT hingga dugaan pelanggaran HAM pekerja imigran.
"Apa yang telah kami orang Eropa lakukan selama 3.000 tahun terakhir, kami harus meminta maaf selama 3.000 tahun ke depan sebelum kami mulai memberikan pelajaran moral kepada orang-orang. Kami telah memberi tahu banyak, banyak pelajaran dari beberapa orang Eropa, dari dunia barat," ucap Infantino.
Terkait diskriminasi terhadap kaum LGBT dan pekerja imigran, Infantino mengaku tahu apa rasanya menjadi korban.
"Hari ini saya merasa sebagai orang Qatar. Hari ini saya merasa bangsa Arab. Hari ini saya merasa Afrika. Hari ini saya merasa gay. Hari ini saya merasa cacat. Hari ini saya merasa [seperti] seorang pekerja imigran," ujar Infantino.
"Tentu saja saya bukan orang Qatar, saya bukan orang Arab, saya bukan orang Afrika, saya bukan gay, saya tidak cacat. Tapi saya merasa seperti itu, karena saya tahu apa artinya didiskriminasi, diintimidasi, sebagai orang asing di negara asing. Sebagai seorang anak saya diintimidasi - karena saya memiliki rambut merah dan bintik-bintik, ditambah saya orang Italia, jadi bayangkan," ucap Infantino.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2322 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1967 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun