Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 28 September 2026
Presiden FIFA Bela Qatar: Tak Minum Bir Tiga Jam Akan Tetap Hidup
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengeluarkan pembelaan terhadap Qatar yang mengambil keputusan untuk melarang penjualan bir di dalam dua luar stadion saat pertandingan Piala Dunia 2022. Dalam sebuah konferensi pers dadakan Sabtu (19/11), Infantino memberi pernyataan untuk merespons sejumlah kontroversi yang muncul sebelum Piala Dunia 2022 dibuka hari ini, Minggu (20/11).
Salah satu pembelaan yang diungkap Infantino adalah keputusan FIFA untuk melarang penjualan bir di dalam dan luar stadion tiga jam sebelum dan satu jam setelah pertandingan Piala Dunia 2022. Sebelumnya larangan hanya ada di dalam stadion.
"Setiap keputusan yang kami ambil di Piala Dunia ini adalah keputusan bersama antara Qatar dan FIFA. Saya pikir secara pribadi jika selama tiga jam dalam sehari, Anda tidak bisa minum bir, Anda akan bertahan," ujar Infantino dikutip dari Daily Metro.
Infantino kemudian mengkritik negara-negara Eropa yang memberi kritikan keras terhadap Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, terkait LGBT hingga dugaan pelanggaran HAM pekerja imigran.
"Apa yang telah kami orang Eropa lakukan selama 3.000 tahun terakhir, kami harus meminta maaf selama 3.000 tahun ke depan sebelum kami mulai memberikan pelajaran moral kepada orang-orang. Kami telah memberi tahu banyak, banyak pelajaran dari beberapa orang Eropa, dari dunia barat," ucap Infantino.
Terkait diskriminasi terhadap kaum LGBT dan pekerja imigran, Infantino mengaku tahu apa rasanya menjadi korban.
"Hari ini saya merasa sebagai orang Qatar. Hari ini saya merasa bangsa Arab. Hari ini saya merasa Afrika. Hari ini saya merasa gay. Hari ini saya merasa cacat. Hari ini saya merasa [seperti] seorang pekerja imigran," ujar Infantino.
"Tentu saja saya bukan orang Qatar, saya bukan orang Arab, saya bukan orang Afrika, saya bukan gay, saya tidak cacat. Tapi saya merasa seperti itu, karena saya tahu apa artinya didiskriminasi, diintimidasi, sebagai orang asing di negara asing. Sebagai seorang anak saya diintimidasi - karena saya memiliki rambut merah dan bintik-bintik, ditambah saya orang Italia, jadi bayangkan," ucap Infantino.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8495 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5838 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3661 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2490 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar