Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Eropa di Ambang Bencana Mengerikan, PBB: Anda Bermain Api
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia Ukraina, yang berada di bawah kendali Rusia, diguncang oleh serangkaian aksi penembakan. Hal itu menuai kecaman dari pengawas nuklir PBB yang mengatakan serangan semacam itu berisiko menimbulkan bencana nuklir besar.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan lebih dari selusin ledakan mengguncang pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa pada Sabtu malam dan Minggu. Moskow dan Kyiv sama-sama menyalahkan satu sama lain atas penembakan fasilitas tersebut.
"Berita dari tim kami kemarin dan pagi ini sangat mengganggu," kata Ketua IAEA Rafael Grossi. "Ledakan terjadi di lokasi pembangkit listrik tenaga nuklir besar ini, yang benar-benar tidak dapat diterima. Siapapun di belakang ini, harus segera dihentikan. Seperti yang telah saya katakan berkali-kali sebelumnya, Anda bermain api!" tuturnya, dikutip dari Reuters, Senin (21/11/2022).
Mengutip informasi yang diberikan oleh manajemen pabrik, tim IAEA di lapangan mengatakan telah terjadi kerusakan pada beberapa bangunan, sistem ,dan peralatan di lokasi tersebut. Namun, sejauh ini tidak ada yang kritis untuk keselamatan dan keamanan nuklir.
Meskipun demikian, kejadian berulang yang hanya berjarak 500 km dari lokasi kecelakaan nuklir terburuk di dunia, Chernobyl pada 1986, tetap menimbulkan kekhawatiran tinggi.
Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia menyediakan sekitar seperlima dari listrik Ukraina sebelum serangan Rusia pada 24 Februari, dan telah dipaksa beroperasi dengan generator cadangan beberapa kali. Ia memiliki enam reaktor VVER-1000 V-320 berpendingin air dan moderasi air rancangan Soviet yang mengandung Uranium 235.
Reaktor dimatikan tetapi ada risiko bahan bakar nuklir bisa menjadi terlalu panas jika daya yang menggerakkan sistem pendingin diputus. Penembakan telah berulang kali memutus kabel listrik.
Kementerian pertahanan Rusia mengatakan Ukraina menembakkan peluru ke saluran listrik yang memasok pabrik, sementara kantor berita Rusia, TASS, melaporkan beberapa fasilitas penyimpanan PLTN itu telah terkena tembakan Ukraina.
"Mereka menembak tidak hanya kemarin, tetapi juga hari ini, mereka menembak sekarang," kata Renat Karchaa, penasihat CEO Rosenergoatom.
Karchaa mengatakan peluru telah ditembakkan di dekat fasilitas penyimpanan limbah nuklir kering dan sebuah bangunan yang menampung bahan bakar nuklir bekas, tetapi saat ini tidak ada emisi radioaktif yang terdeteksi.
Di sisi lain, perusahaan energi nuklir Ukraina Energoatom menuduh militer Rusia menembaki situs tersebut dan mengatakan setidaknya ada 12 serangan di infrastruktur pabrik.
Dikatakan bahwa Rusia telah menargetkan infrastruktur yang diperlukan untuk memulai kembali bagian-bagian pembangkit dalam upaya untuk lebih membatasi pasokan listrik Ukraina.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2206 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2080 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1547 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1425 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli