Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 17 Agustus 2026
Viral Bule Jualan Burger di Kuta, Warganet Sempat Tak Percaya
BERITABALI.COM, BADUNG.
Viral di media sosial seorang warga asing atau bule di wilayah Kuta, Seminyak, karena ia berjualan burger di pinggir jalan.
Bule ini menjajakan dagangannya di keramaian jalan Kuta-Seminyak yang mana daerah tersebut memang kampung turis di Bali.
Ia berjualan menggunakan gerobak berwarna silver yang tersambung dengan motor scoopy-nya. Di gerobaknya tersebut tersedia kompor dan wajan serta bahan-bahan membuat buger lainnya.
Ia pun melayani pembeli dan masak sambil duduk di jok motor di Jalan Raya Legian, Kuta, Bali. Burgernya ini dinamakan Crasty Crab.
“Bule jualan burger,” ujar seorang pengunjung seperti diunggah akun TikTok @kkulkeyla.
Di gerobaknya, burgernya disebut halal. Ia menjual burger seharga Rp 20 ribu, sedangkan untuk yang keju atau cheese seharga Rp 25 ribu dan burger ayam atau chicken Rp 25 ribu. Video ini pun viral dan panen komentar warganet.
“Aku pas lewat kuta mau ke arah discovery dia berhenti di tengah jalan takira bule iseng" ternyata beneran jualan wkwkwkw” kata @Cup***
“Oalahh gue kira si bule yg mau beli, taunya dia yg jualan, gerobaknya dicantolin ke motor haha,” ujar @Upik***
“cek visanya, turis atau pekerja,” ujar @Maulidi** (sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4561 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2361 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2016 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1625 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1066 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun