Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Tak Hanya di Arab Saudi, Negara Ini Juga Punya Drama Kerajaan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Selain kerajaan Arab Saudi yang dipenuhi intrik perebutan takhta di era Mohammed bin Salman (MbS), kerajaan Yordania juga diselimuti drama keluarga serupa. Eks Putra Mahkota, Hamzah bin Hussein, pernah berselisih dengan Raja Abdullah II yang berkuasa sejak 1999.
Pangeran Hamzah adalah saudara tiri Raja Abdullah II dan anak tertua dari mendiang Raja Hussein dengan istri keempatnya, Ratu Noor. Setelah naik tahta, Raja Abdullah II mengangkat Hamzah sebagai putra mahkota sesuai dengan keinginan ayah mereka, demikian dikutip Washington Institute.
Hamzah memiliki citra saleh, sederhana, dan dekat dengan suku-suku di Yordania. Dia juga merupakan anak kesayangan Raja Hussein.
Lima tahun usai Hamzah menjadi putra mahkota, Raja Abdullah II mencabut gelar itu, demi mengangkat putra sulungnya, Pangeran Hussein bin Abdullah, sebagai pewaris takhta.
Pada saat itu, Pangeran Hamzah tak secara terbuka menolak keputusan tersebut. Namun, sejak turun takhta, Pangeran Hamzah kerap melontarkan kritik terhadap kerajaan terutama ketidakpuasannya soal ekonomi negara.
Mulanya, para pejabat pemerintah dan kerajaan meremehkan tindakan Pangeran Hamzah. Namun, pandangan mereka mulai berubah setelah Pangeran Hamzah merilis dua video pada 3 April 2021, satu berbahasa Arab dan satu lagi berbahasa inggris.
Dalam rekaman itu, Hamzah mengatakan kepala Staf umum Yordania membatasi pergerakan dan komunikasi dia. Media pun melaporkan Pangeran Hamzah sedang berstatus tahanan rumah.
Ia juga mengkritik praktik korupsi dan pemerintahan yang buruk selama 15 hingga dua puluh tahun terakhir yang dipimpin oleh Raja Abdullah II.
Menanggapi pesan itu, pemerintah bersikap keras terhadap Hamzah. Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, bahkan menuduh dia melakukan "kegiatan yang menargetkan keamanan dan stabilitas negara".
Untuk menghindari konflik langsung dan mengotori citra monarki, Raja Abdullah II menawarkan rekonsiliasi alternatif dalam tradisi sulha Baduy. Raja kemudian mempercayakan pamannya, Pangeran Hassan, untuk menangani diskusi tersebut.
Langkah itu, menghasilkan pertemuan para pangeran senior di rumah Hassan. Ketika itu, Hamzah menandatangani surat sumpah setia kepada Abdullah dan putra mahkota Hussein saat ini.
"Saya akan tetap setia pada warisan leluhur saya, berjalan di jalan mereka, setia pada mereka dan Yang Mulia," kata Hamzah dalam surat itu pada 2021 lalu, seperti dikutip AFP.
Ia kemudian berujar, "Saya akan selalu siap membantu dan mendukung Yang Mulia Raja dan Putra Mahkota."(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8488 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5831 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3655 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar