Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
Gunung Semeru Muntahkan Awan Panas, Guguran Sejauh Tujuh Kilometer
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gunung Semeru dilaporkan kembali memuntahkan Awan Panas Guguran (APG) pada hari Minggu (4/12) sejak pukul 02.46 WIB. Berdasarkan pantauan CCTV Semeru, fenomena APG terus berlangsung hingga Minggu (4/12) pukul 07.42 WIB dengan jarak luncur bervariasi antara 5 hingga 7 kilometer.
Berdasarkan laporan Kementerian ESDM, Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sumber awan panas guguran itu berasal dari tumpukan di ujung lidah lava yang berada sekitar 800 meter dari puncak atau Kawah Jonggring Saloko.
Erupsi ini disertai dengan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah tenggara dan selatan setinggi kurang lebih 1.500 meter di atas puncak. Aktivitas erupsi Gunung api Semeru itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi 0 detik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang langsung terjun melakukan pemantauan di lapangan bersama tim PVMBG juga melaporkan abu vulkanik terlihat membumbung tinggi ke atas dan cenderung mengarah ke selatan.
"Abu vulkanik mengarah ke selatan, ke Rowo Baung. Di sana sudah ada teman-teman membagikan masker dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat," kata Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang Joko Sambang lewat keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (4/12).
"Pos pantau kita jaraknya kurang lebih 12 kilometer dari puncak," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, PVMBG juga telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat sekitar gunung Semeru agar tidak melakukan aktivitas dan menjauhi wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Di samping itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunungapi Semeru lantaran rawan terhadap bahaya lontaran batu atau pijar. Masyarakat juga diharapkan selalu mewaspadai potensi APG, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung api Semeru.
Terutama, di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
"Atas aktivitas APG tersebut, PVMBG masih menetapkan status 'siaga' atau level III untuk Gunung api Semeru," tandas mereka.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 262 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 206 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 199 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 185 Kali
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 172 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar