Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Wali Kota Denpasar Terima Kunjungan Pakar Eco Enzyme Dr. Joean Oon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, SE di tengah-tengah kesibukannya pada Rabu, 30/11/2022 menerima kunjungan Dr. Joean Oon pakar Eco Enzyme dunia di Kantor Wali Kota Denpasar.
Dr Joean Oon adalah pelopor Gerakan Eco Enzyme dan telah memelopori Gerakan Eco Enzyme ke berbagai negara, salah satunya di Indonesia. Dr Joean Oon juga merupakan seorang dokter Naturapati, Homepati dan Antroposofi dari Malaysia.
Baca juga:
14 TPS di Denpasar Disemprot Eco Enzyme
Pada kesempatan itu, Wali Kota Denpasar menyambut baik kedatangan Dr Joean ke Bali untuk bertemu relawan Eco Enzyme. Dia juga berterima kasih kepada para relawan Eco Eznyme di Kota Denpasar yang selama ini sudah bersinergi dengan Pemerintah Kota salah satunya adalah dengan penyemprotan Eco Enzyme secara rutin di seluruh wilayah Kota Denpasar secara rutin.
Selain itu relawan Eco Enzyme juga melakukan penyemprotan Eco Enzyme di seluruh Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kota Denpasar untuk mengurangi bau dan sumber penyakit yang selama ini dikeluhkan warga Kota Denpasar. Jaya Negara juga mengatakan bahwa keberadaan Eco Enzyme sangat dirasakan manfaatnya bagi Kota Denpasar.
Dr Joean Oon dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Eco Enzyme sangat bermanfaat bagi lingkungan. Selain sebagai solusi permasalahan sampah, eco enzyme juga dapat memperbaiki kualitas udara, air dan tanah. Selain itu, eco enzyme juga dapat sebagai upaya tanggap bencana.
Dia mengambil contoh apabila terjadi gunung meletus maka dengan menyemprotkan eco enzyme ke udara, maka dapat mengurangi dampak negatif atau bahaya abu gunung berapi bagi manusia. Begitu juga dengan penuangan eco enzyme ke air, maka dapat memurnikan air yang sebagian besar sudah tercemar limbah kimia.
Ketua Enzyme Bakti Indonesia Mingtao Wu mengatakan bahwa Bali khususnya Denpasar merupakan cikal bakal tumbuhnya relawan eco enzyme di Indonesia.
“Keberadaan relawan eco enzyme di Indonesia diawali dengan lahirnya relawan-relawan eco enzyme di Bali. Relawan eco enzyme selalu tergerak untuk menjadi bagian dari penyelamatan lingkungan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Udi Prayudi Founder Rumah Kebangsaan & Kebhinnekaan yang juga relawan eco enzyme meminta kepada Wali Kota Denpasar agar eco enzyme menjadi Gerakan bersama yang lebih massif di Kota Denpasar.
Udi mendorong agar ada “Jumat Eco Enzyme”, di mana pada hari Jumat yang merupakan hari krida, murid-murid sekolah, pegawai, pasar-pasar membuat eco enzyme. Mereka mengumpulkan sampah buah & sayur (bahan organik) di rumah & lingkungannya, membawanya setiap Hari Jumat.
Begitu pula dilakukan penyemprotan udara dengan eco enzyme agar udara menjadi lebih bersih dan sehat. Wali Kota Jaya Negara menyambut baik usulan itu dan memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Denpasar yang saat itu mendampingi beliau untuk menindaklanjutinya.
Baca juga:
4.000 Liter Eco Enzyme Disemprotkan di Ubud
Jaya Negara juga menyampaikan bahwa eco enzyme juga akan digunakan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kota Denpasar yang saat ini sedang diuji coba.
“Kalo tidak pakai eco enzyme, izinnya tidak akan kami keluarkan,” tegas Jaya Negara.
Di akhir pertemuan itu Dr Joaen Oon menyerahkan bingkisan produk-produk eco enzyme kepada Walikota Denpasar yang merupakan produksi dari Bali Tangi yang selama ini dikenal sangat concern terhadap produk-produk herbal yang ramah lingkungan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4553 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2359 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2013 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1617 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun