Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Kemampuan Nasabah UMKM Mengembalikan Pinjaman Mulai Membaik
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kemampuan mengembalikan pinjaman atau capacity to pay merupakan indikator penting dalam penilaian kredit calon debitur.
BRI sebagai salah satu bank BUMN mencatat Kemampuan nasabah mengembalikan pinjaman dari pelaku UMKM secara umum mulai membaik. Hal tersebut karena sektor perekonomian mulai berangsur-angsur membaik meskipun belum sepenuhnya normal.
Hal ini diungkapkan Regional Micro Banking Head Regional Office BRI Denpasar, Arif Hartoyo, Sabtu (10/12/2022) di Sanur, Denpasar. Dikatakannya, kondisi tersebut akhirnya berdampak ke usaha para pelaku UMKM yang juga ikut bergerak. Kemeudian, akhirnya mampu memutar roda usahanya dan mampu mengembalikan pinjamannya.
BRI mencatat sebelumnya tingkat kredit macet atau NPL sempat di angka sangat tinggi, namun saat ini mulai menurun. "Sebelumnya tinggi NPL-nya, tapi saat ini di angka 1,56 persen," cetusnya.
Meski dalam kondisi ekonomi sempat terpuruk akibat Pandemi Covid-19, pihaknya mengapresiasi semangat para pelaku UMKM tidak pernah melemah dan tetap berusaha.
Hartoyo berharap kondisi perekonomian akan tetap membaik sehingga roda perekonomian dan usaha para UMKM ikut bergerak dan lebih maju dari sebelumnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4548 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2356 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2009 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1614 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1055 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun