Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
AS: Stok Senjata NATO Menipis Gegara Perang Rusia-Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Stok persenjataan aliansi militer NATO mengalami penyusutan yang sangat signifikan karena perang Rusia-Ukraina. Hal ini disampaikan perwakilan tetap AS untuk NATO, Duta Besar Julianne Smith.
Dalam sebuah pemaparan pada Selasa (13/12/2022), ia mengatakan ada upaya yang dilakukan di antara banyak entitas dan organisasi untuk meningkatkan persediaan. Pasalnya, banyak stok dikerahkan untuk tentara Ukraina yang masih berperang melawan Rusia.
"Ini adalah tantangan yang sangat serius, baik bagi sekutu NATO yang memberikan komitmen serius, bantuan militer yang signifikan/bantuan yang mematikan kepada pasukan militer Ukraina, tetapi ini merupakan tantangan yang signifikan bagi pasukan militer Ukraina sendiri yang menghadapi kekurangan dan penurunan stok," kata Smith, dikutip Newsweek.
Smith menjelaskan AS akan mengaktifkan Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina (UDCG) demi mengoordinasikan bantuan senjata dari 50 negara, yang beberapa di antaranya bukanlah anggota NATO.
"Mereka bertemu setiap bulan dan membawa industri senjata mencoba menentukan bagaimana mereka dapat mengirimkan sinyal yang tepat ke industri untuk memberi mereka jaminan yang mereka butuhkan untuk membuka kembali jalur produksi," tambahnya.
Selama pertemuan UDCG ketiga pada Juni di Brussel, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menggembar-gemborkan alokasi kongres sebesar US$ 40 miliar untuk bantuan keamanan ke Ukraina.
Pada November, Austin dan Jenderal Angkatan Darat Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan, bertemu secara virtual dengan 50 negara dan organisasi sebagai bagian dari pertemuan ketujuh UDCG.
Pertemuan tersebut mencakup pengumuman senjata tambahan, paket bantuan US$ 287 juta oleh Swedia, baterai rudal Hawk dan rudal dari Spanyol, dan bantuan US$ 500 juta dari Kanada.
Kami akan mempertahankan momentum kami sepanjang musim dingin sehingga Ukraina dapat terus mengonsolidasikan keuntungan dan mengambil inisiatif di medan perang, kata Austin. "Pasukan Ukraina bertempur dengan keuletan dan tekad yang lebih besar."
Pada bulan yang sama, seorang pejabat NATO yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Forum Kebijakan Luar Negeri bahwa 'semua orang sekarang cukup khawatir' tentang persediaan senjata yang semakin menipis.
"NATO tidak benar-benar berencana untuk berperang seperti ini, dan yang saya maksud adalah perang dengan penggunaan sistem artileri yang sangat intensif dan banyak peluru tank dan senjata," kata Frederick Kagan, seorang rekan senior di American Enterprise Institute.
"Kami tidak pernah siap untuk perang semacam ini sejak awal."(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4504 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2316 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1953 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1590 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1033 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun